Marak Kehilangan TBS Kelapa Sawit di Desa Air Putih dan Sekitarnya Kades Asmaun Tersinggung

  • Whatsapp

Benteng, REALIASTERKINI.com – Kepala Desa Air Putih Kecamatan Talang Empat Bengkulu Tengah (Benteng) Asmaun tersinggung ketika ditanyakan apakah ada laporan Pencurian Buah Kelapa Sawit di Desanya oleh pihak Media Online melalui pihak WhatsApp. Hal ini terjadi pada Rabu malam (30/11/22).

Maraknya aksi pencurian kelapa sawit di sekitaran Desa Air Sebakul, Air Putih, dan Padang Ulak Tanjung Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah akhir-akhir ini resah kan warga petani kelapa sawit.

Bacaan Lainnya

Hal ini tentunya sebuah berita menarik bagi pemburu berita, namun sangat disayangkan ketika hal ini di tanyakan oleh wartawan terhadap Kepala Desa Air Putih Bengkulu Tengah Asmaun, dirinya tersinggung seakan akan Desanya di tuduh mencuri buah kelapa sawit sehingga atas kejadian ini tidak nyambung pertanyaan satu sama lain, yang seharusnya seorang pemimpin itu bisa menjawab dengan baik.

“Pak Kades maraknya kejadian pencurian Kelapa Sawit baru – baru ini termasuk di Desa yang bapak pimpin, (tanya Wartawan-red) Kades Menjawab dengan lantang, Sawit siapo yg hilang, klo aku blm tau, kalu dia lapor dg kau, ya peroses ajo dg kau (jawab Kades bahasa Bengkulu-red) ,” Ujar Kades dengan wartawan melalui pihak WhatsApp.

Kades Asmaun ternyata dirinya tidak terima atas pertanyaan wartawan tersebut seakan akan Desanya dituduh pencuri.

Kades : “Yg itu Idak penting , tadi kau nayo yg maling, siap yg sawit nyo hilang,

“Yg hilang sawit siapo,  yg maling nyo siapo,  kau nuduh, desa kmi, maling,” tegas kades dalam aksi Sms melalui pihak WhatsApp.

Akhirnya wartawan tidak menanyakan lebih lanjut.

Untuk diketahui kejadian ini karena adanya informasi bermula karena adanya informasi yang disampaikan oleh salah satu pekerja pemanen sawit kepada media ini berinisial ‘”Z”‘ ( yang tidak mau disebutkan identitasnya), saat menerangkan perihal sering nya kehilangan buah TBS ( Tandan Buah Segar ) kelapa sawit pada beberapa kebun kelapa sawit milik bosnya, yang selama ini diamanahkan ke dirinya selaku pemanen nya.

“Terkadang baru mau lakukan pemanenan sesuai urutan waktu panen ataupun rotasi panen ternyata kelapa sawit yang saya panen sudah di curi pihak lain yang hingga saat ini belum di ketahui oknum pelaku pencuri spesialis kelapa sawit tersebut,” jelasnya. (Parizal)

Pos terkait