Penyelesaian Tragedi Kanjuruhan ditangani TGIPF

  • Whatsapp

Jakarta, REALITASTERKINI.com – Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Usman Kansong menegaskan pemerintah telah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Langkah ini menunjukkan pemerintah ingin secepatnya menyelesaikan kasus tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Pemerintah membentuk tim independen untuk mengusut insiden Kanjuruhan ini. Menpora juga telah diminta untuk memanggi PSSI terkait dengan peraturan pertandingan. Tim akan bekerja cepat karena lokasi yang mudah dijangkau,” ujar Usman di Jakarta, Senin (3/10/2022).

Sembari menunggu tim bekerja, masyarakat diimbau untuk tidak menyampaikan informasi di media sosial dengan mengunggah atau menyebarkan gambar berupa foto atau video yang berpotensi membuat situasi tidak kondusif.

“Pemerintah memastikan akan menyelesaikan insiden Kanjuruhan ini. Masyarakat diminta untuk mendukung proses tersebut dengan menjaga situasi kondusif. Kita percayakan kepada tim independen,” ujarnya.

Dikatakan Usman, TGIPF akan bekerja mulai Selasa (4/10/2022). Tim terdiri dari pejabat atau perwakilan kementerian terkait, organisasi profesi olah raga sepak bola, pengamat, akademisi, serta jurnalis.

Bertindak sebagai Wakil Ketua TGIPF adalah Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali. Kemudian Sekretaris Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Nur Rochmad.

Sementara berturut-turut sebagai anggota adalah Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Prof. Sumaryanto, Wakil Ketum 1 KONI Mayjen TNI (Purn.) Suwarno, Akademisi Rhenald Kasali, Pengamat Olahraga Akmal Marhali, Jurnalis Olahraga Harian Kompas Anton Sanjoyo, AFC Security Officer Nugroho Setiawan, mantan Kepala BNPB Doni Monardo, mantan Wakapolda Kalimantan Barat Irjen Pol (Purn.) Sri Handayani, Laode M. Syarif dari Kemitraan, serta mantan pemain Nasional Kurniawan Dwi Yulianto.

“Mari kita percayakan kepada tim independen untuk investigasi kasus ini. Kita memberikan dukungan dalam bentuk informasi jika diperlukan, misalnya jika diwawancara sebagai saksi di lapangan karena nanti tim juga akan mengumpulkan data di lapangan,” ujarnya.

Pemerintah memastikan penanganan dan menanggung biaya perawatan bagi korban yang terluka. Sementara bagi keluarga korban meninggal akan diberikan santunan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sebelumnya diberitakan, terjadi kerusuhan usai laga sepakbola Liga Indonesia yang mempertemukan tuan rumah Arema melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada 1 Oktober 2022. Laga berakhir dengan keunggulan tim tamu yang disinyalir memicu awal keributan.

Dalam kesempatan itu, Dirjen IKP Usman Kansong juga turut mengucapkan belasungkawa yang dalam kepada keluarga korban. Dia pun berharap jumlah korban jiwa tidak bertambah lagi, dan korban luka-luka yang dirawat segera sembuh agar iklim persepakbolaan di Tanah Air bisa kembali membaik.

“Saya mengucapkan belasungkawa mendalam atas meninggal atau wafatnya saudara-saudara kita suporter sepak bola korban di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur,” pungkasnya (InfoPublik.id)

Pos terkait