oleh

Penganiayaan Terhadap Wartawan di Kaur Sampai ke Pengadilan

Sidang di Pengadilan Negeri Klas II Bintuhan dengan agenda mendengarkan keterangan Saksi terkait kasus penganiayaan terhadap wartawan Media Online.

Kaur, REALITASTERKINI.com – Dengan melalui waktu yang panjang,  akhirnya kasus penganiyayaan terhadap Wartawan media online sampai di meja hijau Pengadilan Negeri Kabupaten Kaur Bengkulu. Kamis (25/7/19)

Sidang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Klas II Bintuhan dengan nomor Panggilan Sebagai Saksi:607/BTH/Rpp.2/7/2019 , saksi korban wartawan media online Aprin Taskan Yanto,SE Bin Amatni ,dengan agenda mendengarkan keterangan Saksi.

Adapun beberapa pertanyaan Hakim yang di sampaikan terhadap korban ‘Aprin Taskan Yanto’ selaku saksi dalam persidangan itu, Korban sudah perna dipanggil pelaku sebelum kejadian penganiyayaan dengan perangai pelaku memprotes terhadap pemberitaan yang dibuat korban terhadap “Kondisi rumah dinas Bupati Kaur Yang baru dibangun namun belum diresmikan sudah banyak yang mengalami kerusakan”, Kroban Aprin dengan tegas menyampaikan didepan Hakim bahwa perdamaian yang dilakukan di Ruang Bupati Kaur saat itu adalah dipaksakan dan dalam kondisi tertekan oleh Bupati.

Lanjut Korban mengatakan dalam persidangan,  terkait dengan surat perdamaian saat itu tidak diperbolehkan untuk mendapatkan surat perdamaian tersebut walaupun dalam bentuk foto copy oleh Bupati Kaur.

“Dengan kondisi terpaksa saya mengikuti keinginan Bupati Kaur untuk berdamai,  agar bisa cepat pulang  untuk dapat berobat”,  jelas Aprin.

Namun untuk rasa Dendam ketika ditanyakan Hakim, dengan spontan Korban “Tidak Ada Perasaan Dendam Dengan Pelaku”.

Sementara dari beberapa wartawan yang setia mengikuti sidang rekannya yang mengalami musibah ini, Fahro Rozi, berharap dengan Hakim untuk memutuskan perkara ini dengan adil, kendati pelaku tersebut orang dekat Bupati Kaur.

Rozi menambahkan semoga pelaku dihukum sesuai tuntutan JPU 2 tahun 8 bulan agar kedepannya tidak ada lagi kejadian penganiyayaan terhadap kami wartawan ini pungkas Rozi.

Saksi yang dijadwalkan hari ini 4 orang namun hanya 2 orang yang hadir, Aprin sebagai saksi korban dan satu orang dari ASN Staf Bupati Kaur.  (ROSITA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.