oleh

Ketua Komite SMPN 15 Kaur: Kepsek Mengundurkan Diri Pemerintah Cepat Ambil Tindakan

Kaur, REALITASTERKINI.com Menyikapi permasalahan kondisi sekolah semakin terpuruk yang telah di beritakan realitasterkini.com, kamis (25/7/19) lalu, terkait para guru belum ada yang datang kendati waktu sudah jam 09.20 pagi, dan kondisi anak-anak yang sering keluyuran di jam belajar dan hingga bangunan yang ada dilokasi sekolah banyak yang rusak parah di sebabkan kenakalan murid SMPN 15 Kaur itu sendiri, menarik perhatian Kepala Sekolah dan Ketua Komite angkat bicara, Sabtu (27/7/19). 

Menurut Kepala Sekolah Ery Putranto,Spd mengatakan, sejak menjadi Kepala Sekolah SMPN 15 Kaur, sudah melakukan banyak tindakan sesuai dengan wewenang yang melekat pada dirinya sebagai pemimpin di sekolah itu, tapi secara kesimpulan menurutnya butuhnya kesadaran dari karakter guru PNS yang ada untuk mengajar sesuai jadwal masing-masing.

“Sebelum menjadi Kepala Sekolah di SMPN 15 Kaur, guru PNS mengajar hanya 3 hari dalam seminggu, itu sesuai dengan kebiasaan yang ada selama ini yaitu mendapatkan tambahan pendapatan melalui dari dana BOS Rp.250.000 sampai 450.000 sesuai jam mengajar”, ungkap Ery.

Namun melihat kondisi semakin terpuruk jelas Ery, maka mengambil inisiatif untuk melakukan rapat dewan guru dan staf tata usaha agar merubah jam mengajarnya setiap guru PNS 4 hari dalam satu Minggu.

“Agar lebih semangat dalam melaksanakan aktivitas belajar mengajar di sekolah ini, kami mengadakan imbalan tambahan yang diambil melalui Dana BOS setiap guru diberikan Rp.50.000 setiap bulannya, namun hingga saat ini belum ada perubahan yang nyata terhadap kerajinan guru untuk mengajar hingga saat ini”, imbuhnya.

Kepala Sekolah Ery menambahkan, sejak sulitnya mengajak untuk memajukan sekolah itu agar para guru rajin mengajar, dirinya sudah pernah mengajukan pengunduran diri, karena tidak ada yang bisa mengikuti aturan yang ia berikan.

“Saya sudah 2 kali mengajukan pengunduran diri sebagai Kepala SMPN 15 Kaur, namun pihak Dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten kaur belum memutasikan saya”, tegas Kepsek.

Menurut Kepsek, sekolah yang ia pimpin sulit maju kalau dorongan dari walimurid, dewan guru dan anak didik serta tenaga pengajar lainnya tidak saling mendukung untuk kemajuan sekolah tersebut.

Asman Sidi sebagai ketua komite mengakui, sekolah tersebut semakin merosot akibat kurang tegasnya pimpinan di SMPN 15 Kaur.

“Sangat kurang nya kesadaran dewan guru untuk mengajar dengan rajin kalau pimpinan tidak memberikan ketegasan,dan memberikan contoh kedisplinan”, kata ketua komite di kaur.

Dirinya berharap, pihak pengawas sekolah jangan bermalas-malasan untuk melakukan pemantauan di setiap sekolah, agar kedisiplinan tetap di prioritaskan.

“mestinya Pemerintah Daerah Kaur ,khususnya Dinas Pendidikan, kalau Kepala Sekolah mengajukan pengunduran diri dari jabatan Kepala Sekolah, segera dilakukan pergantian dengan Kepala yang baru”, ungkap ketua komite berharap.

Lanjutnya menegaskan, bila ini berlarut-larut tidak diganti maka SMPN 15 Kaur semakin lebih terpuruk lagi. (APRIN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.