oleh

Nasib Perkebunan Kelapa Sawit PT.DPM di Kinal Terancam Tutup

Kaur, REALITASTERKINI.com Sejak berdirinya perusahaan PT.DPM di Kecamatan Kinal Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, selalu menimbulkan gejolak tak kunjung tuntas, mulai pembebasan lahan, pengangkatan karyawan tetap, sengketa lahan kepemilikan ganda, penyegelan kantor PT.DPM, penutupan jalan, pembuatan kebun plasma tak kunjung terealisasi. Sabtu (27/7/19)

Saat ditemui dirumah Kepala Desa Gunung Megang Kecamatan Kinal Kaur, ‘Jum’ sebagai Manager PT. Desaria Platinum Mining (DPM), mengatakan,

penyegelan kantor PT.DPM beberapa waktu lalu dilakukan oleh masyarakat yang menuntut untuk mendapatkan jatah plasma yang sudah lama tak kunjung di realisasikan.

Lanjut Jum mengatakan, setelah kejadian tersebut, tim gabungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur dan Provinsi Bengkulu beserta unsur penegak hukum telah melakukan peninjauan terkait kelayakan diberikan izin melanjutkan aktifitas sebagai mana dalam izin  sebelumnya yang merealisasikan pembagian kebun plasma 40% untuk masyarakat yang belum pernah dilaksanakan.

“Nanti pihak tim gabungan akan menyampaikan langsung ke pemilik perusahaan”, ungkap Jum.

Tapi bila perusahaan ini akan ditutup oleh Pemerintah karena tidak layak lagi, ungkap Manager DPM menegaskan ,maka mereka sebagai karyawan akan menuntut untuk mendapatkan pesangonnya dari perusahaan sesuai (Peraturan Tentang Tenaga Kerja) yang sudah diatur dalam UU tenaga kerja ungkap Jum.

“Melihat dari kunjungan tim kemaren yang mengetahui kondisi perusahaan yang sudah 3 bulan tidak beraktivitas lagi dan sulit untuk merealisasikan kebun plasma karena kompleknya permasalahan yang dihadapi perusahaan, memiliki keyakinan perusahaan akan ditutup”, ungkap Jum mengakhiri.

Sementara itu Kepala Desa Gunung Megang sebagai tempat lokasi PT.DPM Merssi, mengatakan hanya pihak Pemerintah Desa yang bisa membantu pengamanan untuk tidak terjadi ada yang berbuat anarkis.

“Terkait perusahaan akan tetap berlanjut atau tutup, itu silahkan di nilai oleh tim yang sudah ditunjuk Pemerintah Kabupaten Kaur dan Provinsi Bengkulu”, pungkas merssi. (APRIN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.