oleh

Kasus Penganiayaan Terhadap Wartawan Online, Hampir Memasuki Babak Akhir

Kaur, REALITASTERKINI.com – Proses penegakan keadilan terhadap korban wartawan media online ‘Aprin Taskan Yanto,SE, beberapa waktu lalu, menurut Hakim Jaksa Penuntut Umum Negri Kaur M.Gufroni,SH.MH mengatakan, semuanya akan sesuai dengan jalur hukum tanpa adanya keberpihakan.

Kasus Penganiayaan Terhadap Wartawan Online, Hampir Memasuki Babak Akhir 2

“Semuanya ada prosedur kita akan adili sesuai dengan jalur hukum dan Undang-Undang yang berlaku yang salah tetap salah”, jelas Hakim Penuntut Umum, di kaur, kamis (1/8/19).

Gufroni mengatakan, kasus ini sudah menyelesaikan sidang mendengarkan keterangan semua saksi, diperkirakan akan melewati 3 kali tahapan persidangan yaitu, Pemeriksaan Pelaku, Tuntutan dan mendengarkan putusan hakim.

“Dalam proses hukum ini bukan untuk memuaskan dari pihak manapun akan tetapi lebih mengedepankan pada pembinaan terhadap pelaku”. Tambah Gufroni.

Lanjut Gufroni mengatakan, kalau tuntutan terhadap pelaku yaitu 2 tahun 8 bulan, namun tidak mungkin akan diputuskan persis seperti tuntutan.

Dengan yakin Gufron, mengatakan, bahwa perkiraan Putusan dibawah tuntutan jaksa, mengingat pertimbangan dari surat perdamaian yang pernah terjadi menjadi ,memperingan hukuman pelaku pungkas Gufron

“Terkait perdamaian yang yang ditanya Hakim, menti hanya mengetahui setelah adanya pemberitaan di media online beberapa waktu lalu”, tuturnya.

Sementara Mita sebagai saksi saat itu mengatakan, hanya mengetahui “bahwa baju koran bersimbah darah saja”, ungkap Mita.

Menurut saksi Menti Lestari, mengatakan, “Melihat korban yang turun dari ruang staf Bupati Kaur bersimbah darah, saat setelah kejadian dan Menti mengarakan memang sudah mengenal korban penganiyayaan selama ini”, jelas Menti (ROSITA).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.