oleh

Hendro, Penganiaya Wartawan Media Online Dituntut 2 Bulan Penjara

Kaur, REALITASTERKINI.com

Terdakwa Hendro, Pelaku Penganiayaan terhadap Wartawan Media Online, ‘Aprin Taskan Yanto’, akhirnya cuma dituntut 2 bulan penjara, dalam rangka persidangan  yang berlangsung diruang Pengadilan Negeri Kelas II Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Kamis (8/8/19) Siang, menurut korban jauh dari keadilan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) sekaligus Kasi PIDUM Kejaksaan Negri Kaur Iwan Setiadi,SH, menuntut Pelaku Hendro dengan tuntutan 2 bulan penjara dan denda Rp.5.000.

Menurut Iwan Setiadi, dasar tuntutan tersebut luka pada korban dengan hasil Visum dari Puskesmas Bintuhan dengan memar merah 4 Cm. Mengingat Pelaku telah menyesali perbuatannya yang telah melakukan penganiayaan, maka ada pertimbangan.

“Pelaku telah berbuat kooperatif selama persidangan menyampaikan keterangan, dan telah ada perdamaian yang ditandatangani oleh pelaku dan korban

Adapaun yang dilanggar pelaku tentang penganiyayaan 351 KUHP”, jelas Jpu.

Seusai persidangan, sebagai korban, ‘Aprin Taskan Yanto’ Merasa tuntutan tersebut sangat jauh dari rasa keadilan.

“Ini jelas tidak adil, jaksa menuntut terlalu lemah hingga menjatuhkan tutuyan seperti ini,” tegas Aprin

Lanjut Korban mengatakan, Tuntutan JPU sangat tidak wajar yang terlalu berpihak kepada pelaku Hendro yang sebagai orang dekat Bupati Kaur”, Jelas nya.

Menurut Aprin, Mestinya JPU berpedoman pada fakta persidangan, yang nyata saat sidang pelaku terbukti berbohong.

“Pertama saat ditanya JPU terkait sudah ada pertemuan sebelum kejadian penganiayaan dangan dijawab pelaku belum pernah dan diubah dengan jawaban kembali memang pernah ketemu, dan kedua Perdamaian yang dipaksakan dan ditekan sudah jelas disampaikan di persidangan si pelaku”, beber korban.

Sebagai korban saya menolak tuntutan JPU Kejaksaan Negri Kaur dan saya akan berpikir langkah apa yang harus dilakukan untuk melanjutkan perkara ini. Tutup Aprin. (ROSITA)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.