oleh

Alat Pengelolaan Air Minum Dalam Kemasan Kaur Dipertanyakan

Kaur, REALITASTERKINI.com – Alat Pengelolaan Air Minum Dalam Kemasan yang dibangun Pemda Kaur Provinsi Bengkulu tahun 2017 lalu, yang berlokasi dikomplek pondok pusaka, telah menelan anggaran yang sangat besar, hingga saat ini tidak berfungsi.

Alat Pengelolaan Air Minum Dalam Kemasan Kaur Dipertanyakan 2
Kondisi Tempat Pengelolaan Air Dalam Kemasan Kabupaten Kaur yang belum berfungsi (Foto:APRIN 2019)

Menurut Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Mitra Sejahtera (LPK-MS) Kabupaten Kaur ‘Pauzan’, mengatakan, tujuan Pemerintah Daerah (PEMDA) Kabupaten Kaur, sudah sangat bagus demi meningkatkan Pendapat Asli Daerah (PAD), namun yang sangat disayangkan pihak pemerintah setelah dibangunnya tempat pengelolaan air minum dalam kemasan itu pada tahun 2017 lalu hingga saat ini tidak berfungsi, bisa diduga pemerintah setempat  tidak bertanggung jawab atas pengelolaan Air Minum Dalam Kemasan tersebut.

“Iniperlu dipertanyakan, karena dalam pembangunan dan pengadaan alat pengelolaan Air Minum Dalam Kemasan itu telah menguras anggaran dana PAD Kabupaten kaur  yang cukup besar malah di sisa-siakan begitu saja”, ungkap Pauzan, di kaur Rabu (14/8).

Lanjutnya mengatakan, bila ini direncanaakan dengan benar sesuai rencana dinas terkait, tentunya  tidak akan terbengkalai seperti ini, karena kejadian itu sudah cukup lama dari tahun 2017 hingga tahun 2019 saat ini masih tak berfungsi. Pungkas Pauzan.

Sementara itu Kepa Bidang Perindustrian Dinas Perindakkop, Harika,SE, mengatakan,  kendala saat ini untuk alat pengelolaan Air Minum Dalam Kemasan itu tidak berfungsi karena permasalahan oleh pihak ke tiga atau CV yang akan mengelolah, belum melengkapi kebutuhan secara maksimal Sehingga belum berjalan.

“Ini akan dioperasikan sekitar tahun 2020 yang akan datang”,  jelas Harika

Lanjutnya mengukapkan, secara teknis selama ini mencari pihak ke 3 yang akan mengelola ini sangat sulit sekali sehingga belum dimulai.

Sementara dana pembangunan untuk memenuhi kekurangan alat itu nantinya, akan dianggarkan melalui Dana APBD Kabupaten Kaur  tahun 2019 dengan jumlah Rp.780.000.000,- ungkap Harika.

“Untuk sumber mata air nantinya bila sudah beroperasi akan menggunakan bahan baku dari sumur bor, agar lebih memenimalisir pengeluaran dari pada pengambilan air dari mata air muara sahung yang jarak tempuh dari lokasi pengelolaan sangat jauh”, tutupnya. (APRIN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.