oleh

BLK Butuh Perhatian Pemerintah Provinsi Bengkulu

Bengkulu, REALITASTERKINI.com – BLK(Balai Latihan Kerja) Provinsi Bengkulu, yang merupakan lembaga pemerintah  yang berkewajiban merekrut dan membuka pelatihan kerja di lengkapi dengan instruktur yang berpengalaman serta sarana prasarana pendukung, harus biasa dioptimalakan untuk menciptakan sumber daya manusia yang terampil dan siap kerja, hal itu disampaikan terhadap realitasterkini.com  kepala UPTD Mardian. S.sos , melalui Supriyadi.st instruktur BLK  di ruang kerjanya, Senin lalu.

Menurut Supriyadi,ST,  sangat mengharapkan kerjasama yang baik dari Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk mendukung program di BLK ini, karena kalau hanya mengharapkan Anggaran Pemerintah Pusat tidak akan berjalan dengan normal, sementara pada tahun 2019 ini khusus dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Provinsi (APBDP) Bengkulu hanya mendapatkan enam paket pelatihan kerja diantaranya, menjahit, tata boga dan elektronik, itu sangat minim yang hanya sekitar dua bulan pelaksanaanya.

Untuk bantuan dari pusat dengan sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tambah Adi mengatakan, kegiatan ini sedang dilaksanakan sebanyak Sembilan  paket, diantaranya tata rambut, sekretaris, bahasa jepang, rias pengantin, net working/jaringan computer,las,desain grafis,sepeda motor, menjahit itu dilaksanakan selama 32 pertemuan, kalau tidak ada bantuan tersebut untuk kegiatan pada tahun ini dipastikan akan minim sekali dan kegiatan pelatihan kerja akan terhenti.

“Kami sangat keterbatasan menampung para pendaftar yang setiap harinya berdatangan di kantor ini untuk mendaftarkan diri yang ingin di ikutkan dalam Pelatihan Kerja di BLK, dengan kondisi demikiaan tidak semua bisa dikutkan  karena keterbatasan paket pelatihan , dan lebih selektif dalam penerimaan murid baru”, ungkap Supriyadi.ST.

Lanjut Adi mengatakan, sangat mengharapkan perhatian khusus Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu dalam mendukung kegiatan BLK tersebut.

“Dengan kondisi saat ini, hararapan kami dari Dinas BLK Provinsi Bengkulu sebagai lembaga pelatihan kerja yang mendidik tenaga terampil yang siap mandiri, kalau seperti ini kondisi pihak dari BLK  belum bisa memberikan kontribusi yang lebih kita sesuaikan dengan kondisi yang ada”, tutup Adi mengakhiri. (Boston)