oleh

Lahan Aset Negara Dikuasai Penguasa

-Berita, Kaur-1.030 views

Kaur, REALITASTERKINI.com – Akibat lemah nya pengawas dan pemeliharaan aset Negara yang menyebabkan kepemilikan dapat dijual belikan oleh orang- orang yang tidak bertanggung jawab, mengapa tidak, keberadaan tanah milik Dinas Pekerjaan Umum Bengkulu Selatan sejak Kabupaten Kaur belum berdiri sendiri sekarang telah berpindah tangan dengan keluarga penguasa, hal itu disampaikan Kepala Desa Auringit Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur, ‘Risi’ kepada realitasterkini.com, Selasa (3/9/19).

Lahan Aset Negara Dikuasai Penguasa 2

Menurut Kepala Desa Auringit Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, ‘Risi’, mengatakan, memang keberadaan tanah yang sudah ditimbun didepan Kantor Polsek Tanjung Kemuning itu, sejak dahulu itu milik Dinas Pekerjaan Umum Bengkulu Selatan,  sebelum Kabupaten Kaur dimekarkan menjadi Kabupaten Sendiri, ini memang jelas  di sampaikan oleh masyarakat Desa Auringit bahwa kondisi kepemilikan tanah yang dimaksud adalah miliki Negara yang seharusnya akan kembali ke Negara, bukan untuk dibiarkan digarap oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Seperti saat penggusuran yang dilakukan oleh yang mengaku lahan milik peribadinya itu, kalau dilihat secara kasat mata masih terlihat dengan jelas bentuk bangunan Dinas Pekerjaan Umum , seperti pada tembok bangunan masih tampak jelas pembangunan pemerintah, sehingga saat ini sudah digusur oleh yang mengaku pemiliknya”, jelas Risi.

Risi menambahkan, tanah tersebut sudah banyak orang yang terus menerus memiliki dan menjual kepihak lain. “Seperti yang terjadi saat ini  mengaku lahan tersebut  miliknya adalah dari keluarga orang yang berkuasa di Kaur”, pungkas Risi.

Sementara Toko Masyarakat Kecamatan Tanjung Kemuning Widiharto, mengatakan, semestinya tanah milik Dinas Pekerjaan Umum Bengkulu Selatan tersebut untuk dipelihara agar tidak hilang akibat orang-orang yang tak bertanggung jawab.

“Semestinya pihak Pemerintah Daerah untuk  menjaga aset-aset yang ada saat ini agar tidak dimanfaatkan untuk keuntungan peribadi”,  Jelas Widi, (APRIN)