oleh

SMAN 5 BENTENG Butuh RKB

Benteng, REALITASTERKINI.com – untuk menunjang proses belajar mengajar yang optimal, SMAN 5 Karang tinggi, kabupaten Bengkulu Tengah (BENTENG), Provinsi Bengkulu,  butuh Ruang Kelas Baru (RKB), Ruang Kepala Sekolah dan Ruang Tata Usaha (TU) beserta fasilitas pendukung, hal itu disampaikan Kepala Sekolah SMAN 5 Karang Tinggi, ‘Syahroni, M.Pd, di ruang kerjanya, Sabtu (21/9/19).

SMAN 5 BENTENG Butuh RKB 2
SMAN 5 BENTENG

Menurut Kepala Sekolah, kebutuhan akan sarana dan prasarana di sekolah, pihak nya sudah mengirimkan usulan dan proposal kepada pemerintah baik provinsi maupun pusat akan kebutuhan ruang kelas baru itu tetapi masih belum terkabulkan padahal ini sangat dibutuhkan, namun besar harapan kami agar hal ini bisa menjadi perhatian khusus bagi pemerintah terkait.

“Semenjak tahun 2009 berdiri sekolah ini untuk sarana dan prasarana yang belum ada adalah, penambahan RKB, Ruang Kepala Sekolah, ruang tata usaha dan ruang guru, tentunya empat ruang tersebut harus dilengkapi dengan toilet , yang ada saat ini hanya 3 itu khusus siswa sebanyak 3 buah”, jalas Syharoni.

Lanjutnya mengatakan, terkait untuk pendukung kegiatan sarana dan prasarana khusus pendidikan juga belum lengkap alat-alat seperti alat ipa, alat olah raga, dengan jumlah Pelajar di sekolah itu sebanyak 334 murid.

“Ini sangat penting sekali untuk menunjan prestasi Siwa dan Siswi di sekolah ini, namun selama ini kami tetap berupaya untuk melakukan yang terbaik sebatas fasilitas yang ada,”tutur Kepsek.

Sementara itu, terkait tenaga pengajar yang ada di sekolah tersebut masih kurang, “seperti Guru Bidang Studi Mata Pelajaran IPS masih Kosong, Olah Raga dan Guru BK”, ujar Kepsek.

Disisi lain, tinggi minat siswa yang ingin bersekolah di SMAN 5 BENTENG tersebut membuat Kepsek berjuang terus menerus untuk kebutuhan akan fasilitas yang di butuhkan di sekolah tersebut, mengingat tahun ajaran baru nantinya sudah pasti akan kekurangan RKB.” Bercermin pada penerimaan siswa baru tahun lalu, masih ada calon siswa yang ditolak karena keterbatasan ruang belajar”, ungkap Syharoni yang selalu mengutamakan kepentingan sekolah yang ia pimpin. (Soza)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.