oleh

Waspada Tradisi dan Seni Mulai Terkikis Zaman

Seniman Nasional dan Budayawan ‘Abiruhin (Fhoto/Aprin)


Kaur, REALITASTERKINI.com– Seiring berkembangnya zaman, seni dan budaya tradisional terus terkikis dan banyak yang tidak peduli tentang pentingnya seni dan budaya bagi anak cucu yang akan datang, hal itu diungkapkan oleh Seniman Nasional dan Budayawan ‘Abiruhin’ di Kaur, Minggu (22/9/19)

Menurut Abiruhin, tingginya nilai seni dan budaya bagi kehidupan masyarakat dapat membentuk karakter seseorang menjadi lebih baik , yang berdampak terhadap kemajuan suatu daerah itu sendiri dalam segala bidang.

Namun Sangat disayangkan tradisional daerah yang menjadi adat istiadat selama ini kian menghilang ditengah masyarakat Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.

“bila di kaji dalam makna dari tradisi itu sendiri menjadi bagian untuk membentuk karakter seseorang atau kelompok masyarakat menjadi lebih baik artinya tujuan Tuhan menciptakan manusia ini pun untuk Taat Pada nilai-nilai kebaikan”, ungkap Abiruhin.

Begitu juga seniman daerah ataupun nasional saat ini mulai tergeser dengan kemajuan teknologi yang banyak mempengaruhi pemikiran seseorang yang lebih praktis, sementara tidak selamanya kondisi praktis itu masih mengandung hakekat yang seutunya lagi “tutur Abiruhin.

Lanjutnya mengatakan, Banyak generasi muda yang lebih memilih budaya barat daripada budaya tradisional.

Secara sekilas tradisi yang mulia ditinggalkan:

1.Tradisi Andai-Andai Guritan “Historisnya memberikan nasehat dan pesan kebaikan kepada khalayak”

2.Jamuan Mangkal Luar “Yang maknanya untuk turut bergembira saat perinikahan yang baru selesai di laksanakan”

3.Seni Lukis ,seni patung dan lainya “Hakekat yang tersirat adalah menjadikan manusia yang jujur pada Tuhan”

Ini artinya butuh perhatian Pemerintah yang konkrit agar tradisi dan seni ini tidak hilang ditelan zaman, pungkas Abiruhin mengakhiri.(APRIN)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.