oleh

Debu PT. Jaya Beton, “Diduga Cemari Lingkungan”

Bengkulu, REALITASTERKINI.com – PT.Jaya Beton yang berada di wilayah Kelurahan Kandang Mas Kecamatan Kampung Melayu Bengkulu, diduga cemari lingkungan warga melalui semburan Debu Smen pada saat produksi perusahaan tersebut, sehingga masyarakat resah dan sangat dirugikan terhadap dampak lingkungan baik secara kesehatan maupun ekonomi, hal itu diungkapkan salahsatu warga berinisial R (45)yang berada di Rt.29/Rw04 kelurahan Kandang mas minggu lalu.

Debu PT. Jaya Beton, “Diduga Cemari Lingkungan” 2
Kondisi Tanaman Kangkung Warga, dibelakang Perusahaan PT.Jaya Beton (Dok.realitasterkini.com)

Menurut Warga yang berinisial R, Keberadaan Perusahaan PT. Jaya Beton tersebut diduga merusak Lingkungan karena Debu yang keluar dari cerobong itu hingga menyebar ke rumah-rumah warga adalah sumber penyakit dan sebagai masyarakat yang berada di lingkungan perusahaan tersebut merasa dirugikan.

“kejadian ini sudah lamo semenjak RT 29 Lamo tidak ado Respon perusahaan sehingga dilakukan pembiaran, dan semenjak terpilihnya RT yang baru ini baru diurus tapi masih belum tau hasilnya, kalau seperti ini terus menerus kami warga di belakang ini tidak di perhatikan oleh perusahaan seperti kesehatan maka kami sangat dirugikan dan kami meminta perusahaan tersebut di tutup”, pintanya.

Ditempat berbeda di RT 29/Rw04 Kelurahan Kandang Mas warga yang tidak mau disebut namanya itu berada pas di belakang tembok Perusahaan PT.Jaya Beton mengatakan, dengar informasi pertama perusahaan tersebut hanya sekedar Gudang, bukan untuk pembuatan Beton.

Debu PT. Jaya Beton, “Diduga Cemari Lingkungan” 3
Kondisi Saluran Air dibelakang Perusahaan PT.Jaya Beton, (Dok.realitasterkini.com)

“Debu  smen tersebut keluar dari semburan Cerobong sehingga beterbangan di rumah-rumah warga, nah inilah yang jadi sumber penyakit itu debu smen, dampak yang kami rasakan di belakang ini banyak sekali contohnya kalau selagi produksi perusahaan itu apalagi pada musim Kemarau saat ini pintu rumah terbuka pasti kita akan menghirup debu Smen dan bila kami jemur pakaian pada pagi hari pas di angkat pakaian tersebut mengeras akibat Debu, kalau masalah tanaman yang kami tanam di belakang ini apalagi pas di belakang tembok perusahaan jangan diharap bisa di konsumsi kita mau konsumsi juga takutnya berbahaya karena debu smen yang kami duga tidak lain dari jaya beton itu”, jelas warga.

Sementara itu Ketua RW 04/RT29 Dahlan mengatakan, semenjak berdirinya perusahaan PT. Jaya Beton lebih kurang Tahun 2014 lalu, belum pernah ada perhatian terhadap warga  mengenai dampak lingkungan seperti masalah kesehatan.

“Hal ini sudah pernah saya sampaikan mulai dari kantor kelurahan hingga ke kecamatan Kampung Melayu Bengkulu tapi tidak ada respon ada apa…?, padahal ada 5 RT warga  dibawah naungan saya dibelakang perusahaan ini mengeluh akibat semburan debu yang dikeluarkan dari pabrik pembuatan beton,  diduga perusahaan tersebut adalah sumber penyakit yang dialami setiap warga seperti gatal-gatal, sesak napas dan lain sebagainya karena menurut WHO 80 % penyakit tersebut diakibatkan melalui debu-debu yang sangat halus, sehingga menyebabkan segala macam jenis penyakit dan itu sudah dialami oleh warga saya”, ungkap Ketua RW

Lanjut Ketua RW mengatakan, bila tidak ada respon Perusahaan PT. Jaya Beton, dalam waktu dekat ini saya akan kumpulkan masyaraka untuk melakukan rapat, membahas tindakan apa yang harus dilakukan mengenai keberadaan Perusahaan PT.Jaya Beton itu  karena pihak pemerintah seakan-akan tutup mata dalam hal ini.

Ketika hal ini realitasterkini.com mengkonfirmasi terhadap Pimpinan Cabang Perusahaan PT.Jaya Beton,’Beni’ mengatakan, semenjak berdirinya perusahaan tahun 2014 lalu yang ia pimpin belum pernah mengalami gejolak seperti apa yang di sampaikan karena semuanya sudah melalui prosedur, hal itu disampaikan di ruang kerjnya. Senin (23/9/19)

“Pihak perusahaan berterimakasih atas informasi yang telah disampaikan nanti akan kita tindak lanjut sesuai apa keluhan warga tersebut, karena pihak kami belum pernah mendengar keluahan itu”, jelas Beni.

Terkait masalah perinzinan perusahaan telah mengantongin UKL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup) dan UPL (Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup), dan selalu ada pengecekan dari DLH Kota Bengkulu.

“Kategori Perusahaan PT.Jaya Beton adalah UKL dan UPL, bukan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), karena permodalannya dibawah 10 M”, Jelas Beni.

Debu PT. Jaya Beton, “Diduga Cemari Lingkungan” 4
Tampak PT.jaya Beton Belakang, dari Rumah Warga. (Dok.realitasterkini.com)

Disisi lain, menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2012 tentang jenis usaha yang tergolon AMDAL diantaranya : Bidang Perindustrian No Jenis Kegiatan Skala/Besaran Alasan Ilmiah Khusus 1. Industri semen (yang dibuat melalui produksi klinker) Semua besaran Industri semen dengan Proses Klinker adalah industri semen yang kegiatannya bersatu dengan kegiatan penambangan, dimana terdapat proses penyiapan bahan baku, penggilingan bahan baku (raw mill process), penggilingan batubara (coal mill) serta proses pembakaran dan pendinginan klinker (rotary kiln and clinker cooler). Umumnya dampak yang ditimbulkan disebabkan oleh: a. Debu yang keluar dari cerobong. b. Penggunaan lahan yang luas. c. Kebutuhan air cukup besar (3,5 ton semen membutuhkan 1 ton air). d. Kebutuhan energi cukup besar baik tenaga listrik (110 – 140 kWh/ton) dan tenaga panas (800 – 900 Kcal/ton). e. Tenaga kerja besar (+ 1-2 TK/3000 ton produk). f. Potensi berbagai jenis limbah: padat (tailing), debu (CaO, SiO2, Al2O3, FeO2) dengan radius 2-3 km, limbah cair (sisa cooling mengandung minyak lubrikasi/pelumas), limbah gas (CO2, SOx, NOx) dari pembakaran energi batubara, minyak dan gas.

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud :

  1. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup, yang selanjutnya disebut Amdal, adalah kajian mengenai dampak penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.
  2. Usaha dan/atau Kegiatan adalah segala bentuk aktivitas yang dapat menimbulkan perubahan terhadap rona lingkungan hidup serta menyebabkan dampak terhadap lingkungan hidup.
  3. Dampak Penting adalah perubahan lingkungan hidup yang sangat mendasar yang diakibatkan oleh suatu Usaha dan/atau Kegiatan.
  4. Upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup, yang selanjutnya disebut UKL-UPL, adalah pengelolaan dan pemantauan terhadap Usaha dan/atau Kegiatan yang tidak berdampak penting terhadap lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan Usaha dan/atau Kegiatan. (ED/SZ).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.