oleh

GMNI Lakukan Orasi di Depan Kantor Gubernur Bengkulu

Bengkulu, REALITASTERKINI.com –  Puluhan dari Gerakan Maha Siswa Nasional Indonesia (GMNI) Bengkulu kembali lakukan orasi di didepan kantor gubernur Bengkulu dengan permintaan 10 tuntutan,  Senin  tanggal 30/11/19, “ REFORMASI AGRARIA STOP EXPLOTASI ALAM BENGKULU” .

GMNI Lakukan Orasi di Depan Kantor Gubernur Bengkulu 2

Koordinator Lapangan (KORLAP) GMNI, Habibi, mengatakan, dari 10 tuntutan yang telah disampaikan pada hari ini tentang Reforma Agraria karena sampai pada hari ini menurutnya belum terlaksana 100%, selain itu juga menyuarakan tentang RUU yang diduga menindas Rakyat.

“Mari kita menyuarakan bersama tentang RUU yang berpotensi menindas Rakyat seperti RUU-KUHP(tentang Rancangan Undang-Undan Hukum Pidana) dan RUU PKS (Tentang Rancangan penghapusan Kekerasan Seksual) diduga RUU tersebut dapat menindas rakyat secara tidak langsung.

GMNI Lakukan Orasi di Depan Kantor Gubernur Bengkulu 3

Dalam aksi ini, GMNI menyampaikan 10 tuntutan, antara lain :

  1. Menuntut perintah Provinsi Bengkulu untuk ikut terlibat dalam upaya reforma agraria sejati dan menolak segala bentuk RUU yang bertendensi untuk menindas rakyat informa agraria.
  2. Wujudkan amanat konstitusi yang termuat dalam pasal 33 UU 1945 demi kesejateraan rakyat.
  3. Menuntut pemerintah Provinsi Bengkulu untuk ikut adil dalam menolak rencana UU pertanahan dan mineral yang menindas rakyat.
  4. Bahwa tindakan exploetasi alam adalah tindakan yang merusak lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan keseimbangan ekosistem maka kami menuntut pemerintah provinsi Bengkulu untuk segera mungkin menghentikan exploetasi alam Bengkulu dalam upaya menyelamatkan Bumi Raflesia dan Indonesia
  5. Menuntut pemerintah Provinsi Bengkulu segera melakukan tindakan konkrit Untuk menghentikan kriminalisasi terhadap petani dan aktivis pejuang rakyat yang dilakukan aparat yang tidak bertanggung jawab.
  6. Mengingat kondisi saat ini sudah banyak petani yang menjadi korban perampasan lahan oleh para penindas rakyat oleh karena itu pemerintah Provinsi Bengkulu harus segera menghentikan segala bentuk tindakan rampasan lahan dan membebaskan kembali tanah rakyat seluas-luasnya.
  7. Menuntut pemerintah untuk segera menghentikan perluasan pembangunan industri dan pertambangan yang merusak lingkungan serta memberikan tanah yang menjadi hak petani.
  8. Menuntut pemerintah Provinsi Bengkulu untuk mewujudkan Bengkulu bebas dari banjir, longsor dan pembakaran hutan demi terwujudnya bumi Indonesia.
  9. Wujudkan Bengkulu sehat dan bebas polusi.
  10. Hentikan kriminalisasi aktivis dan mahasiswa.

Sementara itu, PLT Sekertaris Daerah Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri, menerima semua tuntutan yang disampaikan oleh GMNI Cabang Bengkulu dan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala berarti niat kita untuk membangun kesinambungan negara ini sungguh luar biasa.

“Apa yang disampaikan pada hari ini izinkan saya mewakili pemerintah daerah dalam hal ini pak Gubernur,  menanggapi apa yang telah disampaikan kepada Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu yang pertama aspirasi dalam bentuk kelompok, bentuk perseorangan juga itu aspirasi namanya tidak harus bertemu langsung dia juga melalui WA, melalui Telepon, SMS itu aspirasi namanya demi untuk kebaikan negara dan bangsa ini,” ungkap PLT Sekda.

Lanjutnya menyampaikan, apa yang disampaikan oleh koordinator lapangan kami tidak membedakan itu kelompok kecil ataupun besar, yang penting aspirasi merupakan kewajiban pemerintah untuk merespon dan menindaklanjutinya, sesuai dengan kewenangan tatanan hukum negara kesatuan republik indonesia yang kita cintai ini.

“karena kita punya kewenangan masing masing jadi tadi sudah disampaikan 10 tuntutan ini akan kita respon kita lihat nanti mana kewenangan pemerintah pusat,  dan kemudian kita lihat mana kewenangan pemerintah provinsi, mana kewenangan pemerintah kabupaten ini akan kita tindaklanjuti,”jelas Hamka.

Terkait masalah Reforma Agraria, ini adalah merupakan suatu kebijakan pemerintah pusat untuk membangkitkan hak -hak daripada Rakyat tadi ada tuntutan bangkitkan hak kami rakyat kecil, Alhamdulillah syukur suara ini sungguh luar biasa mendengarnya merinding jangan – jangan ada orang tua saya di dalam tuntutan bapak ibu sekalian jadi ini akan kami tindak lanjuti segera khususnya Reforma Agraria ini sedang berjalan atau sedang dalam proses.

“Bila ada data di Daerah Kabupaten atau Kota, kami akan ke kabupaten kota dan mohon bantuan dengan adik-adik semua sekalian kalau ada data-data otentik segera di sampaikan segera ke kami, jadi biar kita ke kabupaten sebab kita akan prosesnya segera mungkin dan juga kami akan mengusulkannya ke Pemerintah Pusat,”jelasnya terkait tuntutan mengenai Agraria. (HARUN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.