oleh

Akan Mengecek Pengelolaan Produksi PT.Jaya Beton

Bengkulu, REALITASTERKINI.com – Bidang Penaatan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu, akan turun kelapangan untuk melakukan pengecekan semburan debu Semen yang di muntahkan melalui cerobong pabrik pengolahan untuk di produksi pengecoran Beton oleh PT.Jaya Beton, yang saat ini diduga telah melakukan pencemaran terhadap lingkungan warga RT 29 RW 04 Kelurahan Kandang Mas Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu. Hal itu disampaikan Kabid Penataan DLH Kota, ‘Catur’ kepada realitasterkini.com diruang kerjanya, Rabu (2/10/19).

Berdasarkan Pemberitaan Media Online realitasterkini.com, Selasa 24/9,2019 tentang dugaan pencemaran lingkungan yang meresahkan warga sekitar kelurahan kandang mas, khususnya di RT 29 RW 04, pihak DLH segera melakukan pengecekan terkait Polusi udara tersebut.

Kabid Penaatan DLH Kota Bengkulu, Catur, sangat berterimakasih atas informasi yang telah disampaikan dan akan mengambil langkah-langkah untuk mengambil Sample Debu Semen melalui Udara yang berasal dari PT.Jaya Beton untuk di uji melalui Laboratorium.

Bukan hanya itu Catur juga menegaskan, pengecekan yang kami lakukan bukan hanya sebatas lingkungan Pabrik PT.Jaya Beton, melainkan pihaknya akan turun ke rumah-rumah warga untuk mengecek dampak lingkungan yang mereka rasakan atas semburan debu Semen dari pabrik tersebut.

“Disamping kami melakukan pengecekan pabrik produksi pengecoran beton yang dikelola PT.Jaya Beton, juga kami lebih mengutamakan pemantauan dampak yang dirasakan oleh warga atas dugaan pencernaan Polusi udara dari debu semen yang di muntahkan melalui cerobong Pabrik tersebut, sekaligus melakukan pengecekan laporan UKL – UPL Pihak perusahaan dan juga tentang keberadaan perizinan PT tersebut apakah hanya sebatas gudang atau pabrik”, Tandas catur.

Lanjutnya menandaskan, kami ini bergerak di bidang pengawasan dan pengaduan masyarakat, nanti kita akan cek melalui RT dan RW setempat dan juga warga yang meresahkan dampak pencemaran itu. Karena Pencemaran itu tidak bisa kita lihat secara kasat mata kita harus melakukan uji labora torium.

“Jadi kalau nanti memang masyarakat disitu mengeluh semua, itu namanya kualitas udara yang kurang bagus berarti kandungan-kandungan debunya itu melebihi baku mutu itu nanti perusahaan kita akan tegur,”katanya. (ED/SZ)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.