oleh

SPBU Desa Sendawar Seluma Diduga Langgar Aturan PP. Nomor 15 Tahun 2012

Seluma, REALITASTERKINI.com – Keberadaan SPBU di Desa  Sendawar Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu diduga waktu pengisian BBM pada malam hari akan melayani konsumen pakai Jerigen dengan modus mematikan beberapa titik lampu listrik sehingga pada waktu melakukan aktivitas pelayanan tidak terlihat jelas dari jalan raya seperti yang terjadi Senin 7-10-2019 jam.19.30.

Padahal Pemerintah pusat telah menerbitkan Peraturan Presiden No 15 tahun 2012 tentang harga jual eceran dan pengguna jenis BBM tertentu, tidak terkecuali larangan SPBU tidak boleh melayani konsumen dengan menggunakan jerigen dan menggunakan mobil yang sudah dimodifikasi.

Dengan melayani pembelian melalui jerigen, maka diduga keras SPBU di Desa Sendawar Kabupaten Seluma telah melanggar aturan dan juga tidak safety, apalagi jerigen terbuat dari plastik. Bensin atau Pertalite dapat terbakar karena panas. Baik itu panas knalpot, udara, dan api.Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2012 telah diatur larangan dan keselamatan. Peraturan itu menerangkan secara detail tentang konsumen pengguna, SPBU tidak diperbolehkan melayani jerigen.

Menurut supir travel berinisial DY, Kondisi seperti ini sering terjadi lampu SPBU sehabis magrib selalu dimatikan diduga supaya tidak kelihatan di jalan raya, sementara antrian kendaraan roda dua dan empat selalu dalam keadaan ramai begitu juga para pengantrian rutin yang menggunakan jerigen sangat banyak sekali sehinga para supir yang mau buru-buru mengejar penumpang jadi terhalang dan akhirnya penumpang memilih naik kendaraan lain.

“Akibat kegiatan seperti ini yang selalu terjadi menjadikan kekosongan BBM saat jam kerja ini sering terjadi dan sangat mengganggu para pengguna jalan yang jarak tempuhnya jauh akan menjadikan kendala  serius” ungkap nya.

DY berharap kepada pihak kepolisian wilayah hukum Desa Sendawar Kabupaten Seluma, agar melakukan penertiban dan tidak menutup mata seperti terkesan membiarkan hal itu terjadi.

“Untuk pihak pengawasan pertamina hendak nya memberikan sanksi keras kepada SPBU Sendawar ini, agar masyarakat dan pengguna jalan tersebut tidak terhambat karena kejadian ini bukan rahasia umum lagi”, pungkas DY (APRIN)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.