oleh

Ketua ABR Angkat Bicara, “Soroti SPBU Sendawar Diduga Terus Layani Pengisian Jerigen”

Seluma, REALITASTERKINI.com – Dugaan Pengisian jerigen di SPBU Sendawar Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu pada malam hari tambah menjadi-jadi tanpa menghiraukan aparat Kepolisian setempat. Pasalnya diduga telah bermain mata terhadap aparat keamanan, sebab tidak ada rasa takutnya untuk melanggar peraturan Presiden No 15 tahun 2012 tentang penjualan BBM, terlihat pada Selasa malam tanggal 15-10-2019 masih terus antrian panjang.

Atas kejadian tersebut, Ketua Aktivitas Bengkulu Rafflesia (ABR), Aprin Taskan Yanto, angkat bicara, menurutnya dugaan pelayanan konsumen pengisian jerigen di SPBU Sendawar itu langgar aturan Presiden No 15 tahun 2012 tentang harga jual eceran dan pengguna jenis BBM tertentu, tidak terkecuali larangan SPBU tidak boleh melayani konsumen dengan menggunakan jerigen dan menggunakan mobil yang sudah dimodifikasi.

“Banyaknya pihak masyarakat mengeluh atas kejadian tersebut terutama konsumen yang hendak melakukan pengisian bahan bakar kendaraan pribadinya baik roda dua maupun roda empat karena terpaksa antrian panjang untuk menunggu giliran setelah selesai petugas SPBU sendawar melayani pengisian jerigen yang memakan waktu berjam-jam diduga pihak SPBU hanya mementingkan keuntungan sendiri tanpa memikirkan hajat orang banyak,” tegas Aprin.

Aprin Taskan Yanto menyayangkan, akibat dugaan pengisian jerigen yang dilakukan petugas SPBU Sendawar pada malam hari dengan modus mematikan beberapa lampu di lokasi pengisian BBM tersebut agar tidak kelihatan dari kejauhan hingga esok harinya pas jam kerja stok bahan bakar yang ada di SPBU telah habis terjual terpaksa masyarakat yang akan melakukan aktivitas mengisi minyak kendaraan di pengencer dengan harga yang mahal.

“Kalau seperti ini terus menerus dibiarkan oleh pihak yang berwenang negara kita ini jadi apa..?,” Tanya ketua ABR dengan bernada tinggi.

Diakhir pembicaraan Ketua ABR yang dipanggil akrap Pak.Ketua tersebut berpesan bila hal itu dibiarkan pihak Aparat penegak hukum di wilayah Kabupaten Seluma maka dirinya akan melaporkan dugaan kejadian itu ke pihak Pertamina. (M.DIAMIN)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar