oleh

Sampah Menumpuk Dialiran Drainase Jalan Muhajirin

Bengkulu, REALITASTERKINI.com – Jelang memasuki musim hujan, cuaca di wilayah Kota Bengkulu sudah mulai di guyur hujan. Kondisi drainase atau saluran air yang berada di jalan Adius  dan Muhajirin Kelurahan Padang Nangka Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu dipenuhi tumpukan Sampah sehingga warga meminta pemerintah terkait agar dapat menormalisasikannya mengingat telah mulai datangnya musim hujan. Hal itu disampaikan salahsatu warga Yono (40), di jalan Adius, Minggu (1/12/19).

Sampah Menumpuk Dialiran Drainase Jalan Muhajirin 2

“sampah-sampah yang menumpuk di sepanjang siring yang berada di wilayah Kelurahan Padang Nangka, dikhawatirkan akan terjadi luapan air hingga masuk ke rumah warga, apalagi sudah mulainya musim hujan,” ungkap yono.

Sampah Menumpuk Dialiran Drainase Jalan Muhajirin 3

Menurut Yono, akibat penumpukan sampah di sepanjang drainase di wilayah Jalan Adius Muhajirin tersebut, telah mengeluarkan aroma busuk menyengat dikhawatirkan kesehatan warga di sekitar akan terganggu.

“Akibat sampah yang menumpuk tersebut, sekarang sudah mengeluarkan aroma bau busuk menyengat, karena segala macam jenis limbah sampah yang berasal dari rumah-rumah warga semuanya masuk ke dalam siring,” tambah yono.

Ditempat berbeda, Heri Ifzan, Mantan Anggota Dewan Kota Bengkulu Periode 2014-2019, yang berada di lingkungan jalan Adius Muhajirin, mengatakan seharusnya pemerintah terkait membuat Peraturan Daerah (Perda) Kota Bengkulu terkait masalah sampah tersebut agar warga tidak membuang sampah sembarangan.

“Ya, dugaan sampah-sampah yang menumpuk di drainase ini tidak lain adalah dari warga sekitar, jadi seharusnya pemerintah mengambil suatu tindakan seperti membuat Perda, dan dilibatkan seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP),” pinta Ifzan. 

Lanjutnya mengharapkan, agar dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bengkulu  bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu agar bertindak cepat untuk menangani hal ini.

“Kalau dilakukan pembiaran tidak cepat mengambil tindakan untuk menormalisasikan drainase ini, dikhawatirkan pada musim hujan akan terjadi banjir dan rendamkan rumah warga,” paparnya. (Sz)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.