oleh

Peer Learning Meeting Nasional Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Surabaya, REALITASTERKINI.com – Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando membuka Peer Learning Meeting Nasional Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (3/12/19).

Peer Learning Meeting Nasional Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial 2

Kepala Perpustakaan Lestari Bukit Peninjauan Dua (BP2), Rasiman, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma ikut hadir dalam kegiatan tersebut untuk mewakili Bengkulu.

Peer Learning Meeting Nasional Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial 3

Perpustakaan Nasional  menggalakkan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dan literasi. Sepanjang 2019, program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial telah merambah ke 21 perpustakaan Provinsi, 60 perpustakaan kabupaten, dan 300 perpustakaan desa/kelurahan.

“Literasi untuk Kesejahteraan yang menjadi tema dari program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial tidak hanya menyasar pada usia sekolah, tapi masyarakat umum, seperti pemuda, perempuan, dan juga pelaku usaha mikro/kecil, termasuk kelompok marginal lain, yaitu penyandang disabilitas sebagai upaya untuk pemberdayaan dan peningkatan produktivitas,” ujar Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando.

Peer Learning Meeting Nasional Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial: Literasi untuk Kesejahteraan merupakan ajang belajar dan bertukar pengalaman antarperpustakaan, memotivasi dan membangun kepercayaan diri untuk melaksanakan rencana kerja transformasi perpustakaan kabupaten maupun desa, dan memperkuat proses mentoring dan monitoring perpustakaan kabupaten dan desa. 

Kegiatan yang dihadiri sekitar 1.000 peserta ini dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, dan menghadirkan narasumber dari Bappenas, Kementerian Desa PDTT, Kementerian Komunikasi dan Informatika. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.