oleh

Pembangunan Rabat Beton Desa Tambak Rusak Berat

Benteng, REALITASTERKIN.com – Pembangunan Rabat Beton melalui Dana Desa (DD) tahap tiga Tahun Anggaran 2019 di Desa Tambak Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, belum makan usia waktu satu bulan selesai telah mengalami kerusakan berat yang terindikasi konstruksi pembangunan tersebut dikerjakan asal jadi. Hal itu terungkap saat realitasterkini.com melakukan investigasi dilapangan, Sabtu (7/12/19).

Pembangunan Rabat Beton Desa Tambak Rusak Berat 2

Bagaimana tidak, kondisi pembangunan rabat beton tersebut sepanjang 529 M X 3 M, senilai RP. 462.645.000, tahun anggaran 2019 baru sekitar dua Minggu selesai dikerjakan lebih kurang 100 M mengalami kerusakan fatal yaitu keretakan badan dan pinggir jalan rabat beton tersebut di lokasi titik akhir pembangunan.

Pembangunan Rabat Beton Desa Tambak Rusak Berat 3

Dalam hal ini diminta kepada penegak hukum dan inspektorat Kabupaten Bengkulu Tengah dan wilayah hukum Polda Bengkulu untuk melakukan investigasi lapangan, agar terang menerang penyebab terjadinya kerusakan rabat beton tersebut.

Pembangunan Rabat Beton Desa Tambak Rusak Berat 4

Ketika hal ini dikonfirmasi terhadap Sekertaris Desa (Sekdes) Tambak, Jun, Membenarkan bahwa, “keretakan rabat beton pada titik akhir pembangunan tersebut sepanjang lebih kurang 100 M itu memang benar, dikarenakan dalam pengerjaan pada musim kemarau dan tiba-tiba dilanda hujan sehingga terjadi pergeseran tanah, Dalih Sekdes.

Pembangunan Rabat Beton Desa Tambak Rusak Berat 5

“Saya selaku Sekdes tidak bisa berbuat apa-apa karena semuanya itu tanggung jawab PJS Desa Tambak, Cik Yan,”

Sama halnya ketika dikonfirmasi terhadap PJS Kades, Cik Yan, ” itu memang benar dan akan dilakukan perbaikan ulang”, jelas PJS Kades mengakhiri.

Sementara tara itu, salah seorang warga sekitar yang meminta identitas dirahasiakan, mengatakan, apabila pihak Desa melakukan perbaikan sebatas renovasi atau tampal sulam bagian keretakan rabat beton tersebut tidak akan bertahan lama, terkecuali dibongkar habis dan dilakukan pengecoran ulang.

“Saya berharap terhadap Pihak inspektorat dan Penegakan hukum di wilayah Benteng ini segera lakukan investigasi ke lapangan”, pinta warga. (Sz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.