oleh

Pemungutan Retribusi Terhadap Para Pedagang Simpang Kandis,”Tanggung Jawab Siapa ?”

Bengkulu, REALITASTERKINI.com – Pemungutan uang terhadap para pedagang dan tukang sol sepatu di trotoar seputaran Simpang Kandis, Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu, dipertanggung jawabkan semua pihak (Para pengurus yang telah ditugaskan oleh pihak kelurahan Sumberjaya). Bagaimana tidak, para pedagang makanan dan minuman di bebankan per bulan Rp. 125 ribu, dan tukang Sol Sepatu sebesar Rp. 60 ribu rupiah per bulan. Hal itu terungkap saat realitasterkini.com konfirmasi kepada salah seorang yang mengaku dirinya sebagai Ketua Pedagang Sukri yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang sol sepatu di simpang Kandis. Minggu lalu

Pemungutan Retribusi Terhadap Para Pedagang Simpang Kandis,"Tanggung Jawab Siapa ?" 2

Loading...

“Berdasarkan hasil rapat di kantor kelurahan sumber jaya beberapa waktu lalu bahwa akan dibebankan biaya retribusi atau kebersihan kepada para pedagang makanan dan minuman sebesar Rp. 125 Ribu perbulan sedangkan kami para tukang sol sepatu akan dibebankan sebesar Rp.60 Ribu perbulan setiap lapak,” papar Sukri.

Hal senada juga disampaikan salah satu tukang sol sepatu, Herwan dan Adil yang juga berprofesi sebagai pedagang minuman di kawasan itu, bahwa mereka dibebankan sesuai hasil keputusan rapat di kelurahan sumber jaya, yang rencananya mulai Januari ini akan turun petugas dari kelurahan untuk memungut biaya kebersihan setiap lapak yang ada di seputaran simpang kandis ini.

Pemungutan Retribusi Terhadap Para Pedagang Simpang Kandis,"Tanggung Jawab Siapa ?" 3

Menurut mereka jumlah pedagang dan sol sepatu yang telah beraktivitas saat ini lebih kurang 32 lapak. Namun karena musim buah-buahan seperti penjualan durian kami mengutip uang kebersihan seikhlas pedagang 2-10 ribu rupiah perlapak. Tandas pedagang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun realitasterkini.com pemerintah kota melarang keras merekrut para pedagang  untuk berjualan di seputar taman simpang kandis tersebut mengingat kendaraan Roda Empat seperti dum truck dan angkot lalu lalang setiap hari dan sempit akibat kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat markir dibahu jalan. Oleh sebab itu instruksi Pemkot jika di kangkangi oleh pihak kelurahan merupakan tanggungjawab siapa? buktinya saja auning yang telah dibangun sebelumnya oleh warga setempat dibongkar oleh Pemkot agar taman simpang kandis tersebut tidak terganggu atas aktifitas para pedagang.

Ketika hal ini di konfirmasikan kepada Kepala Kelurahan Sumber Jaya Suzanna Erdawati, lagi dalam keadaan kurang sehat mesti lagi berada di ruang kerjanya.(Sz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed