oleh

Gubernur Bengkulu, Hadiri Pembekalan dan Pengukuhan Satgas PPA dan Kader PATBM di Kabupaten Mukomuko

Mukomuko, REALITASTERKINI.com Pembekalan Dan Pengukuhan Satgas PPA Dan Kader PATBM Desa/Kelurahan Kabupaten Mukomuko di buka oleh Bupati Choirul Juda yang dihadiri Gubernur Bengkulu DR. H. Rohidin Mersyah, dilaksanakan dihalaman  kantor Bappeda setempat. Sabtu

Choirul Huda dalam sambutanya, mengharapkan satgas yang terbentuk ini, yang dominan ibu-ibu, di dapat melaksanakan tugasnya dengan sebagus mungkin, membawakan dampak  kemanfaatan,dan kesejukan, memperjuangkan mengkondisikan rasa aman bagi anak dan perempuan.

“Anak perlu diberi kekuatan mental dengan kata-kata yang membangun memberikan kekuatan mental, sehingga tercipta stigma yang membangun potensi anak dan perempuan,” papar bupati.

Satgas diharapkan memberikan penyegaran, Lanjut Bupati menyampaikan, potensi-potensi bagi anak, dan perempuan. Pelanggaran atau pelecehan yang terjadi tidak membekas pada anak dan perempuan,   tapi satgas di harapkan berfungsi memberi potensi, kreasi agar anak dan perempuan dapat tumbuh dan berkembang lebih baik, memberikan manfaat bagi kabupaten Mukomuko khususnya dan masyarakat Bengkulu pada umumnya.

Pada kesempatan yang sama Rohidin , dalam sambutannya , mengajak tiga elemen yang baru saja dikukuhkan bekerja sama , yaitu Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia, satgas perlindungan perempuan dan anak, dan kader PATBM ( perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat).

“Anak dan perempuan yang seharusnya mendapatkan perlakuan yang lembut, tapi sebaliknya mendapatkan perlakuan kekerasan dari berbagai pihak dan lebih ironis lagi di lakukan dari keluarga terdekat yang harus melindungi, maka dari itu para satgas, kader, forum,” tegas Gubernur.

Lanjutnya mengatakan, Untuk mengawasi melihat kalau ada yang aneh, janggal  pola hubungan di keluarga, untuk memanggil atau mendatangi bila kejadian seperti itu terjadi di lingkungan masyarakat.

“Ketiga elemen ini, di harapkan untuk selalu peka, merespon untuk mencegah terjadinya  pelecehan terhadap perempuan dan anak, dan penyampai informasi, menjadi saluran mitra kepala keluarga dalam membangun keluarga yang terbebas dari pelecehan dan diskriminasi,” pungkasnya. (Boston)