oleh

Forum Pemuda Merah Putih Mukomuko, Gelar Diskusi Omnibus Low

Mukomuko, REALITASTERKINI.com – Forum Pemuda Merah Putih Mukomuko, mengadakan diskusi terkait omnibus low, rancangan undang-undang (RUU) Cipta kerja. Diskusi ini menghadirkan nara sumber dari Pemerintah daerah Mukomuko, yang di wakili Kadis Penanaman Modal Pelayanan Perizinan dan Tenaga Kerja. Edi Kasman, SH. Kabag Ekonomi dan SDM  Mukomuko, Yuli yarman, S.TP. M.Ec dev. Lembaga non pemerintah, konfederasi serikat pekerja Indonesia (KSPI),yang di wakili, Heri Yanto Siahaan,SH.

Dalam diskusi ini , lewat paparannya Heri yanto, nara sumber dari Serikat pekerja, tidak membahas tentang regulasi dan investasi, tapi berpatok pada 9 pokok tuntutan pekerja dalam RUU Cipta kerja ini, yang harus di revisi oleh Pemerintah

1.hilangnya upah minimum

2.hilangnya pesangon

3. Karyawankontrak seumur hidup

4.Out sorsing seumur hidup

5. Waktu kerja yang eksploitatif

6.tenaga kerja asing yang unskill worker  berpotensi akan mudah masuk ke Indonesia

7.hilangnya jaminan sosial

8.PHK sangat mudah di lakukan

9.Saksi pidana akan hilang

“Kami tidak membahas tentang regulasi dan insvestasi,tetapi kami hanya berpatokan pada pada 9 pokok tuntutan para pekerja yang harus di hapus oleh Pemerintah”

Serikat Pekerja, menginginkan adanya diskusi lebih lanjut agar ke 9 tuntutan ini dapat di kaji ulang, bila RUU ini di sahkan menjadi Undang-Undang.

“Apa bila hal ini, di diskusikan lebih dalam oleh Pemerintah dan Dinas Tenaga Kerja atau bisa di minimalisir agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan para buruh,mungkin serikat buruh dapat membantu jalannya RUU Cipta kerja ini”

Ditanya, tentang masukan kepada dinas tenaga kerja dan pekerja di Mukomuko,  Heri Yanto, mengatakan agar Dinas Tenaga kerja agar lebih perduli kepentingan buruh dan pekerja, dan para buruh lebih kritis terhadap peraturan-peraturan yang ada di Mukomuko.

“Tenaga Kerja lebih pro kepada pekerja, dan buruh juga harus lebih kritis terhadap peraturan yang ada”. (Boston)