oleh

Sekertaris DPC PDIP : Jangan Berjalan Sendiri, “Melawan Covid-19 Harus Solid”

Bengkulu, REALITASTERKINI.comCoronavirus Disease 2019 (Covid-19) merupakan musuh semua rakyat Indonesia, tidak terkecuali masyarakat Bengkulu, sehingga langkah memerangi dan melawannya pun juga harus bersama-sama, bahu membahu dan gotong royong.

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Deden Abdul Hakim, SH selaku Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bengkulu bahwa untuk melawan Pandemi Covid-19 tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri namun harus bersinergi semuanya.

“Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo telah menerbitkan dan menyampaikan arahan mengenai langkah strategis penanganan Pandemi Covid-19 bahkan juga mengambil langkah strategis penanganan dampak, yang kita semua tau diperintahkannya melakukan secara bersama, terstruktur dan perlu tindaklanjut jajaran Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota.” Tambah Deden Abdul Hakim, SH.

Terkait hal ini, Deden pun mengkritik adanya rencana langkah Pemerintah Kota Bengkulu yang akan membangun Rumah Sakit Sementara Penanganan Covid-19 ditempat baru dengan setidaknya menelan dana hingga 70 Miliar yang bersumber dari 200 miliar cadangan dana untuk penanganan Covid-19.

Menurutnya, Pemerintah Kota Bengkulu terlihat atau nampak ingin berjalan sendiri dan tidak mau bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Harusnya Walikota Bengkulu dan jajaran dibawahnya melakukan koordinasi dan bergerak bersama, bukan malah berupaya unjuk gigi ingin mendapatkan nilai bagus dimata rakyat. Jika demikian maka dapat dikategorikan kerja “Riya”.

Jadi sebaiknya dana yang dicoba dialokasi Pemkot itu digunakan untuk penanganan secara bersama. Untuk apa Pemkot Bengkulu mendirikan dan membangun Rumah Sakit Sementara, padahal Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Gubernur Bengkulu DR. drh. Rohidin Mersyah telah mempersiapkan dan menetapkan beberapa tempat dan fasilitas yang kemudian nanti akan digunakan sebagai Rumah Sakit Sementara seperti Asrama Haji Bengkulu (Menag sudah memberi izin), Gedung LPMP, Gedung Badiklat dan Bapelkes dan masih banyak lagi fasilitas lain yang dapat dijadikan Rumah Sakit Sementara. Jika Pemkot Bengkulu masih memaksa melakukannya dengan sendiri, saya khawatir upaya itu tidak tepat sasaran.

Coba kita bayangkan, “beberapa teman-teman kita yang berada digaris depan dalam penanganan Covid-19 ini seperti Dokter, Perawat, dan Pegawai Rumah Sakit, lalu kemudian kita tidak boleh lupa bahwa ada Anggota TNI, Polri, dan Satpol PP serta masih ada pihak lainnya yang selalu menjaga dan mengamankan situasi baik situasi isolasi dan pengamanan tempat yang diduga terdapat paparan. Mereka itu perlu diperhatikan bagaimana makanannya, bagaimana APD nya, bagaimana biaya-biaya operasional pasukan dan alat taktisnya dan lain sebagainya. Mereka harus rela berjibaku dan berperang dengan mendekat terhadap sesuatu lawan yang tidak terlihat, meninggalkan keluarga dan meninggalkan kekhawatiran terhadap keluarga dirumah.” Ungkap Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bengkulu Deden Abdul Hakim, SH.

Sudahlah, saran saya (Deden Abdul Hakim, SH , Red) sebaiknya Pemerintah Kota Bengkulu jangan malu untuk bekerja bersama dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu, jangan melakukan  langkah-langkah yang justru membuat masyarakat menjadi bingung. Ayo kita lawan Covid-19 secara bersama. (red)