oleh

SMPN 15 Kabupaten Kaur “Diselimuti Semak Belukar”

-Kaur-315 views

Kaur, realitasterkini.com – Sejak sekolah diliburkan oleh pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19 di seluruh wilayah ternyata ada salah satu sekolah menengah pertama yang tidak terawat. Seperti halnya yang terjadi di SMP Negeri 15 Desa Gunung Terang, Kecamatan Kinal, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Sejak siswa/i diliburkan, sekolah pun ikut terbengkalai sehingga pemeliharaan pekarangan dan lingkungan sekolah tersebut bagaikan sekolah yang tak ada penghuninya.

Berdasarkan investigasi wartawan realitasterkini.com dan penuturan salah seorang wali murid beberapa waktu lalu, merasa kecewa kepada Kepsek SMPN 15 Ery Putranto S.Pd yang membiarkan sekolah yang dipimpinnya itu bagaikan bangunan tak bertuan. Bagaimana tidak, seharusnya kepala sekolah yang bijak dan merasa memiliki sebuah bangunan pemerintah, seorang ASN peduli atas sekolah tersebut dan juga merupakan sebuah tanggungjawab yang sangat luar biasa.

Meskipun siswa diliburkan, namun pihak dewan guru tetap merawat keberadaan sekolah itu karena merupakan salah satu aset pemerintah daerah Kabupaten Kaur. “Kami wali murid SMPN 15 Desa Gunung Terang, Kecamatan Kinal, sangat kecewa kepada Kepsek Ery Putranto S.Pd yang menelantarkan sekolah tersebut sejak Covid-19 ini. Oleh sebab itu kami berharap agar sekolah tersebut segera melakukan perawatan sebelum semak belukar menjalar kedinding sekolah yang nantinya rumput ilalang lebih tinggi dari atap sekolah”, tandas salah satu wali murid yang meminta identitas dirinya di rahasiakan pihak awak media.

Hal senada juga disampaikan Ketua Komite SMPN 15 ketika awak media menyambangi kediamannya menyampaikan rasa kekecewaan atas ketidakpedulian kepala sekolah terhadap fasilitas belajar mengajar tersebut. Dan kami dari pihak komite sekolah tidak bisa berbuat apa-apa karena dana pemeliharaan sekolah tidak ada. Sebaiknya kepala sekolah yang mengambil kebijakan agar sekolah sejak diliburkan ini tetap bersih dan dipasang lampu penerangan, agar tetap terawat dan tidak dibiarkan seperti yang terlihat saat ini, pungkas ketua komite sembari mengakhiri pembicaranya. (Samsudin)