oleh

Diduga, Dana LPM Kelurahan Diselewengkan

Bengkulu, realitasterkini.com – Carut marutnya penggunaan Dana LPM ke setiap Kelurahan yang ada di Wilayah Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu mulai mencuat. Diduga keras terjadi penyelewengan/ pemanfaatan Dana LPM tersebut oleh oknum LPM yang patut diduga adanya nuansa korupsi. Hal itu terjadi ke beberapa kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Kampung Melayu saat wartawan realitasterkini.com melakukan investigasi ke beberapa kelurahan belum lama ini.
Salah satu contoh, di Kelurahan Muara Dua Kecamatan Kampung Melayu, saat di konfirmasi Bendahara LPM ‘Gita’, dirinya membenarkan bahwa Dana LPM Tahun anggaran 2019 lalu, sebesar Rp. 50.000.000,- dan telah digunakan untuk pembelian Tong Sampah berbahan fiber sebanyak 10 buah, dengan total harga sebesar Rp. 2.500.000,- dan satu fiber itu kami potong dua sehingga menjadi 20 buah tong sampah yang kami bagikan depan rumah warga kelurahan Muara Dua. Akan tetapi kata ‘Gita’, saat pelaksanaan pembelian tong sampah tersebut, Ketua LPM Muara Dua mengambil dana sebesar Rp. 5.000.000,- dengan alasan untuk pembelian tong sampah sekalian upah.
Sementara itu Penggunaan Dana LPM lainnya tidak ada, kecuali pembayaran Honorer Ketua LPM, sekretaris dan bendahara dengan jumlah lebih kurang Rp. 12.000.000,- selama satu tahun. Sedangkan kelebihan Dana LPM yang tidak terpakai di kembalikan ke Kantor Kecamatan Kampung Melayu menjadi Silva. “Dana LPM tahun anggaran 2019 lalu khususnya di Kelurahan Kampung Melayu sebesar Rp.50.000.000,- telah kami beli tong sampah fiber sebanyak 10 buah, dengan jumlah harga sebesar Rp. 2.500.000,- dan fiber tersebut kami potong dua untuk di jadikan tong sampah yang di letak depan rumah warga Kelurahan Muara Dua, sedangkan pengeluaran Dana LPM lainnya hanya untuk pembayaran honorer Ketua LPM, sekretaris dan bendahara. selebihnya kami kembalikan ke kantor Kecamatan Kampung Melayu menjadi Silva”, tandas Gita.

Diduga, Dana LPM Kelurahan Diselewengkan 2

Ketua LPM Kelurahan Kandang Mas

Bukan hanya itu, hal serupa juga terjadi di LPM Kelurahan Kandang Mas, Kecamatan Kampung Melayu, ketika dikonfirmasi dengan Ketua LPM ‘Dalimonte’ di kediamannya beberapa waktu lalu, dirinya mengatakan Dana LPM tahun anggaran 2018-2019, Pertahun Rp. 50.000.000,- dana LPM tersebut terpakai untuk pembayaran honorer tukang sapu jalan 3 orang, dengan upah per orang Rp.500.000,- per bulan. Selain itu ada juga 3 orang tukang rumput jalan dengan jumlah upah per orang sebesar Rp. 400.000,- per bulan, jelas Dalimonte.

Berdasarkan info yang dituturkan Ketua LPM ‘Dalimonte’ Kelurahan Kandang Mas tersebut, wartawan realitasterkini.com, konfirmasi dengan tukang potong rumput berinisial ‘Y’ dirinya mengaku bahwa tidak pernah menerima upah per bulan sebesar Rp. 400.000,- tersebut. Melainkan upah yang di berikan Ketua LPM Kandang Mas, adalah sistem per panggil bila di butuhkan, pangilan merumput kadang kala dua bulan sampai tiga bulan sekali dengan upah Rp. 400.000,- itu pun di potong Rp. 50.000,- oleh Ketua LPM, jelas ‘Y’.

Pada hari yang sama juga menemui tukang sapu jalan berinial ‘Sr’ juga menyanggah pernyataan Ketua LPM Kandang Mas bahwa tukang sapu jalan berjumlah 3 orang, yang benar hanya 2 orang dengan upah per orang sebesar Rp. 500.000,- per bulan. “Kami tukang sapu jalan di lingkungan Kelurahan Kandang Mas hanya dua orang dengan upah per orang sebesar Rp. 500.000,- per bulan. Kalau keterangan Ketua LPM, tukang sapu jalan di kelurahan ini sebanyak 3 orang tidak benar’, tegas Sr.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari ke dua petugas rumput jalan dan tukang sapu jalan tersebut, patut di duga dalam penggunaan Dana LPM tahun anggaran 2018-2019 lalu, terjadi penyelewengan atau pembuatan laporan pembayaran honorer fiktif dana LPM.

Ketika hal ini di konfirmasi Camat Kampung Melayu, “Rosminiaty’ di ruang kerjanya, Rabu (17/06/20) mengatakan Dana LPM telah diturunkan ke kelurahan masing-masing, dan jika ada yang tidak terpakai, juga sisa dana tersebut tak pernah di kembalikan ke kantor Kecamatan. Termasuk penggunaan Dana LPM yang membayar honorer tukang potong rumput jalan dan tukang sapu jalan di bayar oleh LPM per bulan. Dan apa bila terjadi laporan pekerja fikif dalam waktu dekat ini seluruh kelurahan dan LPM yang ada di wilayah Kecamatan Kampung Melayu akan saya panggil ke kantor kecamatan untuk mengklarifikasi, tandas Camat Kampung Melayu, sembari bersiap – siap berangkat ke kantor Kelurahan Teluk Sepang. (**)