oleh

PT. CBS “Tolak Perbaikan Fasilitas Umum Desa Penyandingan”

-Kaur-284 views

Kaur, realitasterkini.com – Harapan Warga Desa Penyandingan, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu agar fasilitas umum yang rusak akibat keluar masuknya kendaraan angkutan buah sawit dari hasil Perkebunan PT. CBS beberapa tahun belakangan ini akhirnya sirna dan tinggal isap jempol belaka. Hal itu terungkap saat realitasterkini.com menjumpai ‘Rizal’ salah seorang Asisten di Perusahaan PT. CBS di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Menurut ‘Rizal’, meskipun kerusakan fasilitas umum Desa Penyandingan rusak akibat keluar masuknya kendaraan angkutan buah sawit dari lokasi Perusahaan PT. CBS, seperti : kerusakan jalan, platdeker dan jembatan, untuk perbaikannya bukan tanggung jawab pihak perusahaan. “Meskipun tuntutan warga dan perangkat Desa Penyandingan meminta agar PT. CBS memperbaiki fasilitas umum seperti : jalan, platdeker dan jembatan yang rusak akibat keluar masuknya kendaraan angkutan buah sawit dari perusahaan kami, namun untuk memperbaikinya bukan tanggung jawab pihak perusahaan, melainkan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kaur, dalam hal ini pihak (Dinas PUPR Kabupaten Kaur-red)” dalih ‘Rizal’ selaku Asisten CSR di perusahaan itu.

PT. CBS "Tolak Perbaikan Fasilitas Umum Desa Penyandingan" 2RIZAL

Bukan hanya itu, juga permintaan Warga dan Perangkat Desa Penyandingan untuk membuka akses jalan baru khusus, jalan menuju perusahaan PT. CBS, hal itu tidak mungkin di akomodir pihak perusahaan, dan termasuk Dana CSR perusahaan untuk dialihkan perbaikan fasilitas yang rusak itu bukan kewenangannya melainkan kewenangan Manager PT. CBS ‘Alfonzo’.
“Permintaan Warga atau Perangkat Desa Penyandingan untuk pembukaan akses jalan baru menuju lokasi perkebunan PT. CBS hal itu tidak mungkin di akomodir atau dilaksanakan, termasuk Dana CSR untuk dialihkan fasilitas umum yang telah rusak di Desa Penyandingan itu bukan kewenangan saya, melainkan kewenangan ‘pak Alfonso’ selaku Manager Perusahaan PT. CBS”, kata Rizal.

Ketika realitasterkini.com konfirmasi via handphone, Jum’at 19-06-20 lalu kepada ‘Alfonzo’ selaku Manager Dana CSR PT. CBS seputar tentang Dana CRR yang ia kelola, agar di alihkan untuk perbaikan fasilitas umum yang rusak di Desa Penyandingan, namun dirinya (Alfonso-red) berpura-pura bodoh dan gak tahu apa itu dana CSR.

Terkait pernyataan sikap dari pihak PT. CBS yang tidak bertanggungjawab atas kerusakan Jalan, Platdeker dan Jembatan di kawasan Desa Penyandingan tersebut, warga dan perangkat desa setempat terus menuntut keadilan dan meminta agar Pemkab Kaur dan Pemerintah Provinsi Bengkulu dan kepada Pihak Penegak Hukum baik yang ada di kabupaten maupun Provinsi segera mengambil tindakan atas kerusakan fasilitas umum yang rusak atas lalu lalangnya kendaraan angkutan buah sawit dari perusahaan PT. CBS tersebut, tegas “Anshori’ selaku Ketua BPD Desa Penyandingan. Tidak hanya itu, dirinya berharap agar pemerintah daerah segera meminta kepada PT. CBS untuk membuka akses jalan baru menuju perkebunan sawit perusahaan, pungkas Anshori.

Hal senada juga diungkapkan ‘SF’ warga Desa Penyandingan, sangat menyesali jalan yg telah di portal di buka tanpa musyawarah desa sehingga akhirnya mengalami kerusakan berat. “Seharusnya pada saat portal jalan tersebut di buka, sebaiknya ada musyawarah desa yang melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama, termasuk pihak perusahaan yang tidak memberi peluang kepada warga untuk diterima sebagai pekerja atau karyawan, sementara kendaraan angkutan sawit tiap hari lalu lalang, padahal jalan ini dibuka masyarakat secara swakelola yang bekerjasama dengan pemerintah setempat beberapa tahun lalu. “Warga berharap agar portal di pasang kembali karena fasilitas umum yang di buka masyarakat Desa Penyandingan sudah rusak berat, dan meminta pihak perusahaan segera membuka jalan baru menuju perkebunan dan mempertanggungjawabkan perbaikan jalan, platdeker dan jembatan yang telah rusak di lingkungan desa kami”, tegas ‘SF’. (Samsudin)