oleh

Dirut RSUD Kaur Emosi Saat Wartawan Konfirmasi Dugaan Penolakan Pasien

-Kaur-218 views

Kaur, Realitasterkini.Com – Dugaan Penolakan salah seorang Pasien Ayu Diah Citra Lestari yang akrab disapa sehari-hari (Ayu) Warga Desa Muara Sahung, Kec Muara Sahung, Kab Kaur, Provinsi Bengkulu berbuntut panjang.
Bagaimana tidak, saat awak media Konfirmasi kepada Dirut RSUD Kaur, Dr.H.Ahmad Mufti Herdiawansyah rupanya masih berjiwa emosional dan bahkan menampar meja kerjanya dengan suara keras menantang wartawan terkait pertanyaan atas penolakan pasien yang dilakukan perawat tentang penyakit Tumor Pembuluh Darah yang di derita Ayu selama ini.

Saat di konfirmasi tentang penyakit Tumor yang di derita Ayu selama bertahun- tahun dengan nada keras sambil menampar meja Dirut RSUD Kaur mengatakan “Saya Mau Seperti Inilah Lagi, Pusing, dan jika benar petugas rumah sakit saat itu terbukti melakukan penolakan terhadap Pasien Ayu tetap akan diberikan sangsi atau tindakan pemecatan, apa lagi yang melakunya masih honorer” Tegas Ahmad dengan nada tinggi.
Menurut Ahmad Mufti, hal penolakan pasien tidak mungkin terjadi mengingat dunia teknologi saat ini sudah canggih dan petugas rumah sakit tidak berani menolak pasien, katanya.

Dirut RSUD Kaur Emosi Saat Wartawan Konfirmasi Dugaan Penolakan Pasien 2

Dirut RSUD Kaur Emosi Terhadap Wartawan Saat Dikonfirmasi Seputar Penolakan Pasien Ayu

Disamping itu Dirut RSUD Kaur membenarkan bahwa saat itu Petugas
Rumah Sakit meminta riwayat pasien
Ayu yang sudah melakukan pengobatan di rumah sakit lain selama ini. Oleh sebab itu Ahmad Mufti Herdiawansyah meminta pada awak media untuk memanggil pasien tersebut beserta keluarganya duduk bersama menyelasaikan permasalahan Ini, tandas
Ahmad Mufti Herdiawansyah sembari mengakhiri pembicaranya.

Selang beberapa hari kemudian, awak media menemui mendatangi kediaman Pasien Ayu Diah Citra Lestari dan ketemu orang tua kandung pasien ‘Asrul Lani’
di Desa Muara Sahung, Senin 06/07/20.

Menurut keterangan yang dihimpun, Asrul Lani pada saat penolakan anaknya Ayu di RSUD Kaur, untuk meminta solusi terkait pengobatan anaknya yang menderita Tumor tersebut. Namun pihak petugas RSUD Kaur saat itu dengan lantang menjawab, “Cari dulu bukti-bukti berkas perjalanan pengobatan anak bapak di Palembang itu, baru membawa kembali anak bapak (Ayu-red) Ke RSUD Kaur ini”, jelas Asrul Lani menyerupai kata-kata petugas Rumah Sakit Kaur kepadanya saat ia mencari solusi tantang penyakit yang di derita anaknya itu.

Ia juga menjelaskan terhadap petugas rumah sakit bahwa bukti-bukti Riwayat Pengobatan anaknya tersebut di Palembang sudah tidak ada lagi (Hilang). Dan berdasarkan keterangan yang ia berikan tersebut, akhirnya petugas rumah sakit langsung mengatakan tidak bisa dilakukan pengobatan, secara halus pasien Ayu ditolak pihak RSUD Kaur, jelas Asrul.
Akhirnya Asrul kesal karena merasa anakknya Ayu di tolak pihak petugas rumah sakit saat itu, sehingga dirinya bertanya-tanya, Apakah Seperti itu Sikap dan Pelayanan RSUD Kaur ?, Sembari membawa pulang anaknya Ayu ke rumahnya, meskipun penyakit Tumor Pembuluh Darah yang di derita anaknya tersebut sangat mengkhawatirkan. (SAMSUDIN)