oleh

Diduga : Pembangunan Rabat Beton Desa Gunung Tiga Asal Jadi

-Kaur-272 views

Kaur, realitasterkini.com – Pelaksanaan pembangunan Rabat Beton di Desa Gunung Tiga Satu Kecamatan Semidang Gumai, Kabupaten Kaur Diduga dikerjakan asal jadi. Hal itu disampaikan Warga Desa Gunung Tiga Satu berinisial ‘BR’ di kediamannya, Sabtu (11/7/2020 lalu.

Berdasarkan informasi yang disampaikan ‘BR’ Rabat Beton tersebut di bangun dari Dana Desa (DD) setelah pencairan tahap I, tahun anggaran 2020 ini. Namun jika diperhatikan dari pelaksanaan pekerjaan dapat diduga tidak akan bertahan lama dan hanya sebatas menghambur-hamburkan DD. Bagaimana tidak, secara kasat mata dapat dilihat adukan semen biasanya setiap satu kali adukan di mesin molen satu sak semen, tetapi yang dipakai hanya setengah sak samen per molen. Juga pondasi dari bangunan tersebut tidak dipasang, adukan semen dihamburkan diatas tanah tanpa mengikuti ketentuan standarisasi pengecoran Rabat Beton yang sebenarnya, ujar BR yang meminta identitas dirinya dirahasiakan.

Diduga : Pembangunan Rabat Beton Desa Gunung Tiga Asal Jadi 2

Pekerja Sedang Mengerjakan Adukan Semen di lokasi Pembangunan Rabat Beton

Bukan hanya itu, ia mengatakan bahwa sejak awal dimulainya pekerjaan Rabat Beton tersebut tidak dipasang papan merek sehingga terkesan pihak desa dengan sengaja agar keterbukaan publik tentang biaya yang dikucurkan ke pembangunan tersebut ditutup tutupi.
“Pembangunan Rabat Beton yang diduga dikerjakan asal jadi tersebut dengan volume, Panjang 240 M, Lebar 3 M dan tinggi 20 CM, tanpa melakukan pemadatan dan pengurasan kulit tanah dan langsung saja di hamparkan batu dan ditutup adukan semen”, imbuh sumber kompeten itu.

Berdasarkan info yang dihimpun beberapa awak media melakukan investigasi ke lokasi pembangunan Rabat Beton tersebut ternyata apa yang disampaikan warga benar tidak ada penggalian pondasi, papan merek tidak ada, adukan semen per molen pasir hanya diaduk setengah sak samen langsung dihamburkan tanpa pemadatan pengurasan kulit tanah yang masih ada akar-akar kayu atau benda sejenis lainnya yang mebuat bangunan tersebut tidak akan bertahan lama. Pada hal Pembangunan Rabat Beton tersebut merupakan jalan sentra produksi pertanian dan dikhawatirkan apa bila dilewati kendaraan roda empat cepat hancur.

Diduga : Pembangunan Rabat Beton Desa Gunung Tiga Asal Jadi 3

Bahan Material Batu Campur Pasir Yang Digunakan Untuk Hamparan Sebelum Pengecoran

Pada hari yang sama, saat dikonfirmasi awak media kepada PJS. Desa Gunung Tiga Satu ‘Rusdi Baharwan” di kediamannya sanggup menyembunyikan diri didalam rumahnya dan tidak mau menerima awak media untuk konfirmasi sebagai kontrol sosial atas pembangunan Dana Desa yang ia kelola tersebut.
Atas tindakan memilih sembunyi didalam rumahnya tersebut, dapat diduga sang PJS. Desa Gunung Tiga Satu dihantui ketakutan atas dugaan penyimpangan pelaksanaan pembangunan Rabat Beton yang menelan dana ratusan juta rupiah itu.
Dalam hal ini warga berharap agar pemerintah daerah dan pihak instansi terkait terlebih-lebih kepada pihak penegak hukum melidik pembangunan tersebut, harap warga. (Samsudin)