oleh

Empat Tokoh Masyarakat Enggano : “Minta Pelaku Pemalsuan Tanda Tangan Diseret Ke Kursi Persakitan”

Enggano, Bengkulu Utara, realitasterkini.com – Empat orang tokoh Masyarakat Enggano, meminta kepada pihak kepolisian agar dugaan kasus pemalsuan tanda tangan calon perangkat desa Hendra Kurniawan Kauno segera di proses sesuai supremasi hukum yang berlaku dan diseret pelakunya ke pengadilan. Hal itu disampaikan Empat Orang Tokoh Masyarakat Enggano di kediaman Pemimpin Redaksi media online realitasterkini.com, Senin (13/06/2020)

Salah satu Tokoh Masyarakat Desa Meok, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara ‘Kariadi’ menjelaskan dugaan pemalsuan tanda tangan Hendra Kurniawan Ka’uno ini telah beberapa kali pihak pemerintahan desa melakukan mediasi untuk diselesaikan secara kekeluargaan melalui musyawarah desa. Namun kades Meok beserta perangkatnya tidak melakukan klarifikasi yang sesungguhnya. Sebab permintaan pihak keluarga atau (Hendra) agar Kades Meok ‘Iswan Ka’uno’ serta perangkatnya menunjukkan siapa pelaku pemalsuan tanda tangan tersebut. Tetapi atas permintaan Hendra tersebut selalu di dalam forum rapat mengatakan tidak tahu siapa pelakunya. “Dalam permasalahan ini seharusnya kades serta perangkat desa berbicara jujur dihadapan forum rapat dan barang mustahil jika salah satu dari mereka semuanya tidak tahu pelaku pemalsuan tanda tangan tersebut”, tandas Kariadi.

Ia menambahkan karena pihak Pemerintahan Desa Meok menganggap kasus ini hal biasa, akhirnya Hendra Kurniawan Ka’uno melapor ke Polsek Enggano. Maka dari itu ia berharap kasus ini tetap melalui prosedur hukum yang berlaku agar terang benderang dan menjadi efek jera bagi masyarakat lainnya khususnya Masyarakat Enggano, harap Kariadi.

Sementara itu, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Daerah Enggano ‘Herwin Ka’uno’ juga angkat bicara, jika pihak penegak hukum khususnya pihak penyidik Polsek Enggano benar-benar melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap pihak Pemerintahan Desa Meok untuk mencari siapa dalang dan pelaku dibalik pemalsuan tanda tangan tersebut, pasti ketemu. “Maka dengan itu, Saya berharap atas laporan Hendra Kurniawan Ka’uno yang tengah ditangani pihak Polsek Enggano saat ini segera terungkap dan meminta kepada Bupati, Inspektorat Kabupaten Bengkulu Utara serta pihak yang berwenang untuk melakukan pengawasan atas kasus ini, dikenakan sanksi hukum terhadap oknum Pemerintahan Desa Meok jika nantinya terbukti siapa pelaku yang sebenarnya”, tegas Herwin Ka’uno yang juga mengaku dirinya mantan Kades Meok.

Hal serupa juga disampaikan, Ferdinand Ka’arubi alias Pa’abuki yang mengaku dirinya sebagai Ketua Lembaga Adat Kecamatan Enggano, meminta kepada penegak hukum (Penyidik Polsek Enggano), segera mengungkap kasus pemalsuan tanda tangan tersebut agar semua pihak tidak bertanya-tanya, dan juga agar menjadi sebuah pembelajaran bagi masyarakat, khususnya masyarakat Enggano. “Saya selaku ketua lembaga adat Kecamatan Enggano berharap agar masyarakat bersabar dan menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan pihak penegak hukum untuk mengungkap siapa dalang dan pelaku dugaan pemalsuan tanda tangan Hendra tersebut mari kita sama-sama menahan diri, dan kita sepenuhnya menyerahkan kepada pihak kepolisian”, ujar Ferdinand Kaarubi.

Bukan hanya itu, Sekertaris Yayasan Karya Enggano ‘Prontir Ka’uno’ mengatakan setelah membaca di media online realitasterkini.com mencuatnya dugaan pemalsuan tanda tangan salah satu calon perangkat Desa Meok pada tahun 2017 silam, dirinya sangat menyayangkan hal itu bisa terjadi, dan apa lagi korban telah melapor ke Polsek Enggano. Namun atas kejadian ini kami dari Yayasan Karya Enggano tetap mengawal kasus tersebut hingga ke pengadilan. Dan jika nantinya terbukti siapa pelakunya, dirinya meminta segera di seret ke kursi persakitan. “Kasus ini tidak bisa dibiarkan dengan begitu saja atau selesai dengan musyawarah desa, sebab kasus ini sudah masuk ke ranah hukum. Oleh karena itu, ia meminta kepada pihak penyidik Polsek Enggano benar-benar menyikapi dan mencari siapa dalang dibalik ini semua. Agar dapat melakukan penegakkan supremasi hukum terhadap pelakunya. Sebab apapun bentuknya kasus ini tetap kami kawal hingga ke pengadilan”, kata Prontir.

Ketika dikonfirmasi hal ini kepada Kapolsek Enggano, AKP. Subagio, melalui telpon genggamnya, Selasa (14/07/20), membenarkan bahwa adanya laporan Hendra Kurniawan Ka’uno atas pemalsuan tanda tangannya tersebut, namun saat ini dalam tahapan mediasi untuk diselesaikan secara kekeluargaan. “Laporan Hendra Kurniawan Ka’uno atas pemalsuan tanda tangannya tersebut masih dalam tahapan mediasi untuk diselesaikan secara kekeluargaan melalui musyawarah desa. Dan jika tidak bisa selesai melalui musyawarah desa, dan Hendra menghendaki kasus ini harus di proses secara hukum, maka kami pihak penyidik akan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku”, jawab Kapolsek Enggano secara singkat. (**)