oleh

SMPN 10 Benteng Butuh RKB 3 Lokal

Benteng, realitasterkini.com – sejak berdirinya SMP Negeri 10 yang berada di Desa Sidodadi, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Provinsi Bengkulu ruang belajar mengajar sangat kurang, melihat jumlah siswa yang ada mencapai 200 orang. Hal itu disampaikan Kepsek SMPN 10, Suprayitno, M.Pd kepada realitasterkini.com diruang kerjanya, Senin (20/07/20) kemarin.

“Kekurangan ruang kelas ini, pihak sekolah telah mengajukan proposal RKB sebanyak 3 lokal beserta Mebeler untuk pembangunan pada tahun 2021 jika Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Benteng dan Mendikbud mengabulkannya”, kata kepsek.

Untuk diketahui dari jumlah siswa yang ada sekarang rata-rata tiga kelas, mulai dari kelas 7-8 dan 9. sehingga ruang belajar mengajar yang di butuhkan 9 lokal. Sedangkan ruang kelas yang ada saat ini baru 6 lokal, papar Suprayitno.

Sementara itu, mengenai pembangunan yang tengah dikerjakan tahun 2020 ini hanya rehabilitasi ruang kelas lama sebanyak 3 lokal termasuk Mebeler dan 2 WC serta renovasi sanitasi.
“Tahun ini SMPN 10 mendapatkan rehabilitasi 3 ruang kelas lama dan 2 rehabilitasi WC serta renovasi sanitasi, dan dikerjakan secara swakelola dibawah pengawasan konsultan dan Diknas Benteng”, ujar Supriyanto.

SMPN 10 Benteng Butuh RKB 3 Lokal 2

Tiga Ruang Kelas SMPN 10 Benteng Yang Tengah Direnovasi Dari DAK Tahun Anggaran 2020

Ketika dikonfirmasi dengan Husen Pulungan, saat berjumpa di Bengkulu, Selasa (21/07/20) mengatakan dirinya bukan konsultan melainkan sebagai fasilitator yang di tugaskan untuk membuat RAB dan Gambar. Dirinya ditugaskan sebagai mengkoodinir fasilitator ke 13 SMPN oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Benteng. Dan mengenai biaya yang di peruntukan rehabilitasi WC dan 3 ruang kelas khususnya di SMPN 10 Desa Sidodadi, Kecamatan Pondok Kelapa tersebut nilai dananya sudah sesuai RAB dan spesifikasi yang ada. Untuk pelaksanaan pekerjaan hingga saat ini baru mencapai 25 persen.
“Pekerjaan yang tengah berlangsung saat ini baru mencapai 25 persen dan dikerjakan melalui swakelola dan sumber dananya dari Dana Alokasi Khusus. Dari dua item pekerjaan khususnya di SMPN 10 Desa Sidodadi saat ini, telah melalui mekanisme, dan berdasarkan RAB dan gambar dan spesifikasi yang ada”, ujar Husen. (Abdi)