oleh

Pemusnahan Barang Bukti Oleh Kejari Mukomuko

Mukomuko, realitasterkini.com– Jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mukomuko melakukan pemusnahan barang bukti kejahatan, yang merupakan hasil pengungkapan sejumlah kasus kriminal yang dilimpahkan oleh penyidik kepolisian. “Sejumlah barang bukti dari kasus tindak pidana pihak Kejari Mukomuko melakukan pemusnahan berdasarkan barang bukti telah memperoleh kekuatan hukum tetap,” tegas Kajari Mukomuko, Hendri Antoro S.Ag SH. MH. didampingi Plt. Kasi Barang Bukti dan Rampasan, Lisda Haryanti SH, Selasa (29/9/20).

Menurut Kajari, jenis tindak pidana tersebut mulai dari narkotika sebanyak 12 perkara, senjata tajam 4 perkara, pencurian 9 perkara, persetubuhan/pencabulan 2 perkara, penganiayaan 1 perkara, alat tangkap jenis trawl 1 perkara dan bahan bakar minyak/migas 1 perkara.

Pemusnahan Barang Bukti Oleh Kejari Mukomuko 2

Pemusnahan Sejumlah Barang Bukti

Dari sejumlah item perkara tersebut, yang paling banyak tindak pidana narkotika seperti, jenis ganja dengan berat bersih 663,27 gram dari berat kotor 694,11 gram. “Barang bukti ganja ini khususnya untuk satu perkara atas nama terdakwa Rudi M,” bebernya.

Pemusnahan barang bukti dilakukan dengan berbagai cara antara lain, dibakar, dirusak dan dipotong menggunakan mesin pemotong.

Pemusnahan Barang Bukti Oleh Kejari Mukomuko 3

Sementara itu pemusnahan barang bukti Ganja dengan cara dibakar dipimpin langsung oleh Kajari, sedangkan barang bukti perkara lainnya dilanjutkan pemusnahan jajarannya.

Hendri menyampaikan, selain dimusnahkan, pihaknya juga mengembalikan beberapa barang bukti kepada masyarakat yang diantar langsung melalui program Kejari Mukomuko. “Ada beberapa barang bukti yang kita kembalikan langsung kepada masyarakat dimana pada waktu penyidik menyita. Jadi yang kita musnahkan itu sudah inkrah, dalam arti memang dalam putusannya dimusnahkan”, jelasnya. Dirinya menambahkan, kegiatan pemusnahan barang bukti tersebut adalah bentuk informasi kepada masyarakat, bahwa pihaknya telah melaksanakan sesuai tugas pokok dan fungsi sebagai penegak hukum, kata Hendri. (Alf)