oleh

Membangun Jalan Lintas Kayu Elang, “Menanti Kepala Daerah Terbaru”

Seluma, realitasterkini.com – Puluhan tahun Jalan Menuju Desa Kayu Elang dan beberapa desa tetangga lainnya yang berada di wilayah Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu masih tanah kuning dan tak pernah tersentuh oleh pemerintah, baik dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi. Hal itu disampaikan beberapa warga saat melintasi jalan tersebut secara kebetulan mobil yang mereka tumpangi macet terbenam lumpur, Selasa (6/10/20).

Menurut keterangan yang dihimpun, sejak pemekaran Kabupaten Seluma dan beberapa kali berganti bupati hingga saat ini, untuk pembangunan peningkatan jalan dengan jarak tempuh lebih kurang 8 km, tak pernah kunjung datang. Selain kepala daerah setempat apatis selama ini, dua tahun belakangan juga Gubernur Bengkulu pernah melewati jalan tersebut hingga ke pelosok Desa Gunung Megang bersama sejumlah tokoh masyarakat Ulu Alas. Namun apa mau dikata, hingga saat ini tak pernah tergugah untuk membangun jalan menuju kawasan desa tersebut. Pada hal, harapan masyarakat Ulu Alas saat itu, semoga dengan pak gubernur melewati jalan ini tergugah untuk membangun, akan tetapi harapan itu pupus lah sudah tinggal isapan jempol belaka, tutur warga.

Membangun Jalan Lintas Kayu Elang, "Menanti Kepala Daerah Terbaru" 2

Sejumlah Kendaraan Roda Dua Dan Empat Macet Akibat Jalan Yang Masih Tanah Kuning

Sementara itu, ribuan penduduk meliputi beberapa desa yang melintasi jalan Desa Kayu Elang hingga ke Desa Gunung Megang dapat dikatakan terisolir dari segala aspek pembangunan dan ratusan ton hasil petani setiap bulan yang seharusnya dipasok ke pasar terlantar, akibat jalan yang masih berlumuran tanah. “Mudah-mudahan atas Pilkada serentak pada tanggal 9 Desember mendatang, dan dengan hadirnya kepala daerah terbaru, baik kepala daerah kabupaten dan terlebih kepala daerah provinsi harapan nan sirna selama ini dapat terjawab pada tahun yang akan datang”, harap warga sembari menyampaikan, “kami menginginkan jalan mulus, seperti jalan lingkungan kota, menanti pemimpin terbaru dan religius”. (Mukhsin)