oleh

Jembatan Gantung Desa Talang Durian Di Bangun Era Presiden Suharto

-Seluma-121 views

Seluma, realitasterkini.com – Jembatan Gantung yang berada di Desa Talang Durian, Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma, cukup memperihatinkan. Bagaimana tidak, Jembatan Gantung yang di bangun sejak era kepemimpinan Presiden Suharto tersebut hingga saat ini tak pernah tersentuh renovasi, sehingga kondisi fisik bangunan telah miring dan besi penyanggah sudah keropos.

Hal ini ketahuan saat Tim Inspektorat Kabupaten Seluma melakukan investigasi ke lokasi sekaligus mengukur panjang lebar jembatan tersebut sebagai bahan acuan ke pemerintah daerah untuk segera di renovasi, Kamis (22/10/20).

Jembatan Gantung Desa Talang Durian Di Bangun Era Presiden Suharto 2

Tim Inspektorat Kabupaten Seluma Saat Meninjau Jembatan Gantung Desa Talang Durian

Menurut Ketua Tim Inspektorat Kabupaten Seluma Setia Warman, sudah sewajarnya jembatan ini dilakukan perbaikan dalam waktu dekat, sebab Jembatan Gantung yang berada di Desa Talang Durian digunakan beberapa warga desa yang ada di wilayah Kecamatan Semidang Alas.

“Jembatan Gantung ini sangat mengkhawatirkan jika setiap saat dilintasi masyarakat karena kondisi fisik bangunannya yang miring dan rapuh. Apalagi volume bangunan yang cukup panjang 79 meter dan lebar 175 cm cukup berat dan tidak seimbang dengan kekuatan besi penyangga yang telah keropos”, ujar Setia Warman.

Dalam kesempatan itu, beberapa warga desa sekitar berterima kasih atas kedatangan Tim Inspektorat dan unsur Tripika Kecamatan Semidang Alas yang turut prihatin atas kondisi Jembatan Gantung tersebut.

Warga berharap kepada pemerintah Kabupaten Seluma untuk segera membangun jembatan permanen tersebut, karena selama ini ribuan warga mempertaruhkan nyawa untuk bepergian ke kebun dan kesekolah tanpa adanya jalan alternatif lainnya.

“Jembatan Gantung ini adalah jantungnya perekonomian beberapa desa yang ada di wilayah kecamatan Semidang Alas, namun sangat disayangkan tidak pernah tersentuh perbaikan dari pemerintah kabupaten”, papar warga. (Mukhsin/ADV)