oleh

Belajar Mengajar Tatap Muka Januari 2021 “Harus Memenuhi Protokol Kesehatan”

-Berita-108 views

Bengkulu, realitas terkini.com – Penerapan pembelajaran tatap muka (offline) pada bulan Januari tahun 2021 mendatang, dilaksanakan apabila sekolah telah melengkapi alat penunjang protokol kesehatan sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah atau gugus tugas Covid-19. Hal itu disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Profinsi Bengkulu Drs. Eri Yulian Hidayat, M.Pd diruang kerjanya Rabu, (2/12/2020) lalu.

Menurutnya, sebagai syarat utama dalam pemberlakuan pembelajaran tatap muka tersebut, pihak sekolah harus sungguh-sungguh melengkapi fasilitas penunjang protokol kesehatan dalam memutus mata rantai Covid-19.

“Yang paling utama pihak sekolah harus melengkapi fasilitas penunjang protokol kesehatan seperti, tempat cuci tangan, sabun atau hend sanitizer di teras ruang kelas tempat belajar mengajar siswa, dan setidaknya seminggu sekali melakukan penyemprotan lingkungan sekolah dengan disinfektan serta seluruh siswa / guru wajib memakai masker dan melakukan pemeriksaan melalui alat pengukur suhu badan saat memasuki kawasan ruang belajar mengajar” tandas Plt. Kadikbud Provinsi Bengkulu.

Bukan hanya itu, penerapan belajar mengajar tatap muka kesetiap satuan pendidikan tersebut pada Januari 2021 mendatang hanya diperbolehkan terhadap satuan pendidikan yang telah memenuhi daftar periksa setelah sekolah menyatakan siap menerapkan pembelajaran, dan juga dari hasil verifikasi tim pihak dinas pendidikan ke setiap sekolah.

“Setelah tim melakukan verifikasi kesetiap sekolah dan telah melihat sejauh mana persiapan fasilitas penunjang protokol kesehatan sudah lengkap sehingga nantinya tidak ada lagi klasifikasi penyebaran Zona Covid-19, baik itu zona merah, oranye dan hijau” katanya.

Ia menandaskan pembelajaran yang dilakukan melalui daring selama ini sangat kurang efektif. Sebab, selain guru masih ada yang belum bisa mengakses IT, juga terkendala masalah jaringan yang tidak begitu normal, termasuk siswa/i yang masih banyak tidak memiliki handphone android, ujar Plt. Kadikbud Provinsi Bengkulu sembari mengakhiri pembicaraannya. (**)