oleh

Balita 6 Tahun Digarap Ayah Kandung, Warga Minta Pelaku Dihukum Berat.

Bengkulu Utara, realitasterkini.com – Perbuatan bejat dilakukan oleh salah seorang ayah kandung SR (42) diketahui berasal dari Kecamatan Talo Kabupaten Seluma yang baru hitungan bulan menetap di Kecamatan Enggano bekerja sebagai penggarap kebun milik warga setempat, SR tega menyetubuhi puteri kandungnya sendiri yang masih berumur 6 tahun pada (18/1/2021) lalu di kediamannya saat sang istri sedang bekerja dikebun.

“Pelaku melancarkan aksinya dengan mengajak korban ke kamar. Korban yang masih belia ini sempat menangis. Namun, pelaku merayu supaya korban berhenti menangis dan memintanya untuk tidak memberitahukan perbuatan tidak terpuji tersebut pada sang ibu,” jelas Kapolres Bengkulu Utara, AKBP. Anton Setyo Hartanto, S. IK, Melalui Kasat Reskrim, AKP. Jerry Antonius Nainggolan, S. IK, Sabtu (23/1/2021).

Keesokan harinya perbuatan bejat pelaku kembali dilancarkan saat berada di kebun. Mirisnya, perbuatan itu tidak hanya dilakukan sekali atau dua kali, tetapi pelaku melakukan hal yang sama sebanyak tujuh kali.

Perbuatan bejat pelaku diketahui karena korban sering mengeluhkan sakit pada organ intimnya, melihat hal itu ibu korban menanyakan kenapa sakit, akhirnya korban mengatakan bahwa dirinya telah digarap oleh ayahnya.

“Setelah dibujuk oleh ibunya, korban pun akhirnya menceritakan kelakuan sang ayah. Tidak terima atas kelakuan suaminya, ibu korbanpun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Enggano, pelaku ditangkap saat berada dikebunnya tanpa perlawanan, tersangka sudah kita amankan di Polres. Perkara tetap ditangani Unit Reskrim polsek Enggano,Tapi dibantu Unit PPA Polres BU ” jelas Kasat Reskrim.

Kepala Desa Ka’ana kecamatan Enggano Alamudin kepada realitasterkini.com, Minggu (24/1/2021) membenarkan kejadian ayah kandung (SR), Kades mengecam keras atas perbuatan pelaku dan dia berharap agar dihukum dengan hukuman berat, menurut Kades bahwa pelaku berasal dari kecamatan Talo Kabupaten Seluma, pelaku bersama keluarganya baru beberapa bulan menetap didesanya karena menggarap kebun milik warga.

Menurut keterangan Alamudin Kades Ka’ana, sebelum kejadian ayah kandung yang menggarap anaknya pernah juga terjadi kejadian ayah tiri yang menggarap anak tirinya, dan semua kasus pencabulan tersebut adalah warga pendatang namun yang tercemar nama baik warga Enggano, oleh karena itu Kades merasa trauma untuk menerima kembali warga luar masuk ke Ka’ana, dan tidak akan menerima kembali tersangka untuk tinggal didesanya.

” sudah dua kali ada kasus serupa disini dan mirisnya pelaku semua warga pendatang dan mendapat nama buruk adalah kami warga Enggano, kami trauma menerima warga pendatang lagi dan kami tak akan menerima kembali tersangka disini meski suatu saat nanti dia telah bebas dari menjalani hukumannya,” pungkas Kepala Desa Ka’ana.(EDI/ME)