oleh

Harga Pupuk Subsidi Drastis Naik, “Petani Menjerit”

Bengkulu Selatan, relialitasterkini.com – Program pemerintah dalam menjaga stabilitas Suwanda Pangan Nasional salah satunya menyalurkan Pupuk Bersubsidi terhadap masyarakat petani melalui Dinas Pertanian untuk di salurkan ke kios – kios pupuk bersubsidi untuk disuplai kepada para petani yang telah terdaftar  didalam e-Rdkk kelompok tani setempat.

Namun dari pantauan awak media di beberapa kios resmi pensuplai pupuk bersubsidi yang berada di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan, harga sangat fantastis  melonjak naik dari harga head sehingga  masyarakat petani menjerit.

Bagaimana tidak, harga Pupuk Urea ditebus para petani dengan harga Rp. 130,00O,- / karung, atau Rp. 2600,- / kg dan Pupuk NPK Phonska mencapai Rp. 140,000, – / karung, atau Rp. 2800,- / kg

Sementara harga head Pupuk Urea yang seharusnya ditebus oleh masyarakat petani hanya sebesar Rp. 112500,- /karung, atau harga eceran Rp. 2250,- / kg.  Dan Pupuk  NPK Phonska hanya Rp. 115000,- / karung atau harga eceran Rp. 2300,- / kg, sesuai dengan harga patokan pemerintah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, 60% kios  pupuk bersubsidi yang ada di Wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan atau sekitar 40 kios diduga menjual Pupuk Bersubsidi diatas harga head.

Seperti kios yang berada di Kecamatan Kedurang Uluh, saat di mintai keterangan pemilik membenarkan penjualan Pupuk Bersubsidi tersebut diatas harga head.
” Ia benar kami menjual pupuk subsidi seperti Urea dengan harga Rp. 130.000,- / karung, dan NPK Phonska Rp. 140.000,- / karung sebab, untuk mendapatkan pupuk tersebut masih kena biaya seperti, biaya  upah bongkar, upah supir, biaya angkutan mecapai 1 juta rupiah dan beberapa bulan silam, kami diminta uang sebasar Rp. 500.000,- dari APH dengan alasan untuk uang keamanan, tandas pemilik kios.

Hal senada juga dikatakan pemilik kios pupuk bersubsidi di Kecamatan Seginim saat di temui di kediamannya beberapa waktu lalu,  “saya menjual pupuk bersubsidi  ke petani Rp. 130.000,- jenis urea, dan Rp. 135.000,- Pupuk NPK Phonska dikarenakan biaya mobil angkutan dan upah supir kami dari pemilik kios yang menanggulangi, kata pemilik kios.

Terkait penjualan pupuk bersubsidi tersebut selalu di keluhkan masyarakat petani, belum lama ini, awak media menghubungi Kadis Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan via WhatsApp langsung mengarahkan untuk konfirmasi melalui Kasi Pangan ‘Deny’, namun headphone yang dihubungi tak pernah aktif.

Selain itu, ketika dikonfirmasi Kadis Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkulu Selatan Herman Sunarya, SH,MH. Diruang kerjanya mengatakan, terkait penjualan pupuk bersubsidi tersebut melampaui harga head, itu kewenangan Disperindagkop Provinsi Bengkulu yang mengawasinya, dan kami dari Disperindagkop Kabupaten Bengkulu Selatan tidak dilibatkan dalam pengawasan, ujar Herman sembari mengakhiri pembicaraannya. (Darlian)