99,21 Persen Siswa SMK se-Provinsi Bengkulu dinyatakan Lulus

  • Whatsapp

Bengkulu, REALITASTERKINI.com – Kelulusan SMK se-Provinsi Bengkulu capai 99,21 Persen, pengumuman ini diumumkan oleh sekolah masing-masing secara serentak pada hari jumat 03 Juni 2022 melalui Website Sekolah Masing-masing.

Sebanyak 103 SMK Negeri dan Swasta yang ada di Provinsi Bengkulu, bida dikatakan 100 Persen Lulus, mengapa tidak siswa dan siswi yang tidak lulus tersebut adalah yang tidak mengikuti Ujian Sekolah.

Bacaan Lainnya

Diketahui jumlah siswa se-Provinsi Bengkulu sebanyak 9.520 yang terdaftar mengikuti ujian sekolah, namun yang dinyatakan lulus Sebanyak 9.445 siswa, dan yang dinyatakan tidak lulus sebanyak 54 siswa/siswi.

Pada saat ini kelulusan siswa tidak lagi berdasarkan Nilai Ujian Nasional, namun masih ada siswa/siswi SMK yang dinyatakan tidak lulus.

“hal yang menyebabkan siswa yang tidak lulus tersebut tidak mengikuti ujian sekolah, untuk penilain kelulusan sebagian sekolah mengambil nilai pelajaran dari semester 1 sampai semester 5 serta mengambil dari nilai ujian pratik itu sendiri. Untuk SMK yang ada di  Provinsi Bengkulu tingkat kelulusan mencapai 99,21%”, ujar Kepala Dinas melalui Kepala Bidang Pembinaan SMK Drs. Buslan, M.Pd, M.Si.

Kemudian Kabid. Pembinaan SMK juga mengatakan rincian tingkat kelulusan SMK Se-Provinsi Bengkulu, SMK Kota Bengkulu  99,06% sebanyak 25 orang tidak dinyatakan lulus dari  jumlah 2.647 Siswa, SMK Kabupaten Bengkulu Utara 99,93% 1 orang tidak dinyataka lulus dari jumlah 1.357 Siswa, SMK Kab. Rejang Lebong sebanyak 19 orang dinyatakan tidak lulus dari jumlah 1.496 Siswa, SMK Kab. Bengkulu Selatan 99,82% 1 orang dinyatakan tidak lulus dari jumlah siswa 545, SMK Kab. Lebong 99.47% sebanyak 3 orang dinyatakan tidak lulus  dari  jumlah 563 siswa. Serta 4 (empat) Kabupaten dengan tingkat kelulusan 100% diantaranya Kab. Kaur, Kab. Mukomuko, Kab. Kepahiang, dan Kab. Bengkulu Tengah.

“Penyebab ketidak lulusan siswa tersebut, pada umumnya siswa yang bersangkutan tidak mengikuti ujian akhir atau ujian sekolah atau dinyatakan Drop Out (DO), kemudian juga kepala bidang berharap untuk tahun-tahun mendatang tidak ada lagi siswa yang drop out, hal ini diperlukan kerjasama orang tua siswa dan sekolah dalam membimbing siswanya masing-masing, demikian tandas Kepala Bidang Pembinaan SMK”, jelasnya mengakhiri. (Red/Adv)

Pos terkait