Diduga : Waterboom Tirta Mukti Tidak Mempunyai Izin

  • Whatsapp

Mukomuko, realitasterkini.com- Waterboom Tirta Mukti yang berada di Desa Lubuk Mukti Kecamatan Penarik Kabupaten Mukomuko, akhirnya menelan korban akibat kelalaian dan kurangnya pengawasan dari pihak pengelola aktivitas pengunjung pada lokasi objek wisata tersebut.

Bacaan Lainnya

Waterboom yang dikelola secara pribadi oleh warga setempat Muhlasin saat-saat awak media konfirmasi melalui telpon seluler mengatakan, objek wisata Waterboom dari pihak Dinas terkait sudah siap, kecuali Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang belum di tebus.

“Perizinann usaha Waterboom Tirta Mukti sudah siap semua, hanya saja belum ditebus. Dan terkait korban jiwa bocah umur 7 tahun tersebut yang tenggelam pada kolam Waterboom itu, pihak pengelola bertanggung jawab sepenuhnya dan bahkan telah melakukan perdamaian secara kekeluargaan dengan pihak keluarga korban”, tutur Muhlasin.

Ketika awak media konfirmasi terkait perizinan Waterboom Tirta Mukti tersebut kepada Kadispar Kabupaten Mukomuko, Agus Harpinda, ST.,M.Si melalui telpon selulernya mengatakan pada Tahun 2021 lalu, pihaknya pernah berkunjung ke Waterboom Tirta Mukti yang berada di Desa Lubuk Mukti untuk memberi arahan agar mengurus perizinan mulai dari IMB hingga Izin Operasional objek wisata tersebut, namun pihak pengelola tidak menanggapi dan hingga saat ini perizinan itu belum ada.

“Memang saat kami dari Dinas Pariwisata berkunjung ke lokasi Waterboom Tirta Mukti pada Tahun 2021 lalu, terlihat sangat banyak kekurangan, mulai dari tenaga pelayanan, pengawasan, hingga keamanan dapat dikatakan tidak ada sama sekali. Dan seandainya rekomendasi perizinan Waterboom itu di urus pihak pengelola tentu ada mekanisme dalam pengelolaan sebuah objek wisata. Seperti, Petugasnya siapa, pengawasnya siapa, dan termasuk keamanannya siapa, bahkan sumber air kolam pun akan kita awasi sumbernya dari mana”, kata Agus Harpinda.

Ia menambahkan, sejak Waterboom tersebut beroperasi, pihak pengelola memungut uang melalui karcis tanda masuk ke lokasi tanpa prosedur atau tidak diketahui oleh pemerintah atau Dinas Pariwisata. Sehingga hasil dari pungutan uang dari pengunjung sama sekali tidak ada yang masuk ke Kas Pemda Mukomuko.

“Mereka memungut uang kepada pengunjung hanya untuk kepentingan pribadi dan tidak pernah menyetor PAD ke Pemda setempat. Untuk diketahui Waterboom tersebut meskipun kepemilikan secara pribadi ataupun desa, seharusnya mempunyai izin. Apa lagi pada suasana pandemi covid-19 tentu harus menerapkan 5M dan pembatasan pengunjung”, tutup Agus Harpinda.

Berdasarkan informasi dan berbagai keterangan yang di himpun terkait kepemilikan Waterboom Tirta Mukti di Desa Lubuk Mukti, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko yang diduga tidak mengantongi izin (ilegal-red), masyarakat dan awak media meminta kepada Pemda Mukomuko segera melakukan penutupan, dan juga kepada pihak penegak hukum segera mengusut terkait perizinan operasional objek wisata tersebut. Semoga…! (Alf)

Pos terkait